Saturday, January 17, 2015

Ziyara Shaikh Nur Muhammad al Badayouni

Ziarah ke Grandsyekh Nur Muhammad al-Badayouni (q)
Mursyid ke-28 dalam Silsilah Keemasan Tarekat Naqsybandi
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
2 Januari 2015, New Delhi, India

[Setelah ziarah Mawlana menjelaskan bahwa adab untuk menggunakan nama ‘Badayouni’ untuk Syekh Nur Muhammad al-Badawani (qs).]

As-salaamu `alaykum, yaa  Nur Muhammad al-Badawani. As-salaamu `alaykum. Muhammad al-Badawani, a`tinaa min maa ataaka ‘Llaah, albisnaa min maa albasaka iyyaah Allah, farrihnaa bi-maa farrahaka bihi ‘Llah, tsabbitnaa `alaa mahabbati ’n-nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-sallam, wa-nafsin wa-maa sawaahaa, sawwuu anfusanaa, sawwuuhaa `alaa ath-thariiqah an-naqsybandiyya al-`aliyya tsumma qaddimuuhaa li-hadhrati’n-Nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-sallam tsumma li-hadhrati ‘Llahi `azza wa-jall.

Yaa sayyidinaa nahnu ji’naa min bilaadin ba`iida bi-dzunuubin katsiira wa ji’naa mustahhiyyiina min Allahi `azza wa-jall, mustahiyyiin min an-Nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-salam, mustahiyyiin min masyaayikhinaa al-`izhaam, fa-anta kun lanaa syafii`an maa `indahum hattaa laa naq`a fii haadzihi al-madzallaat.

Yaa Sayyidinaa Nur Muhammad al-Badawani awda`naa haalanaa wa ahwaalanaa wa awlaadanaa wa-`iyaalanaa wa-jamii`i man yata`llaq binaa wa man wasaanaa w’astawsaanaabi-du`aa al-khayr wa ‘l-ummata `amatan ajma`iin `indaka yaa Nur Muhammad Badawani wa 'l-jamii` `inda l-habiib al-Mushthafaa `alayhi afdhal ash-shalaatu wa 's-salaam.
Rabbanaa taqabbal minnaa bi-asraari sirri Surati ‘l-Faatihah.

Ya Muhammad al-Badawani!  Berikanlah kepada kami dari apa yang Allah telah berikan kepadamu, busanai diri kami dari apa yang telah Allah busanakan kepadamu, berilah kami kegembiraan dengan kegembiraan yang telah Allah berikan kepadamu, jadikanlah kami teguh dalam cinta kami kepada Nabi (s)!
وَنَفۡسٍ۬ وَمَا سَوَّٮٰهَا
Demi jiwa dan Dia yang menyempurnakannya (Surat al-Syams, 91:7)
Sempurnakanlah jiwa kami, sempurnakanlah mereka menurut Tarekat al-Naqsybandiyya al-`Aliyya dan kemudian bawalah mereka ke hadirat Nabi (s) dan kemudian ke Hadratillah!

Yaa Sayyidinaa!  Kami telah datang dari daerah kami dengan banyak dosa, kami datang dengan perasaan malu kepada Allah (swt), malu kepada Nabi (s) dan malu terhadap para Masyayikh Agung, maka jadilah perantara bagi kami terhadap mereka agar kami tidak jatuh dalam perjuangan ini!

Yaa Sayyidinaa Muhammad Nur al-Badawani! Mudahkanlah keadaan dan kondisi kami, anak-anak kami, keluarga kami dan semua yang terhubung dengan kami, dan jagalah kami dengan doa-doa yang baik dan jagalah kami beserta seluruh umat agar senantiasa tetap bersamamu, yaa Muhammad Nur al-Badawani dan setiap orang bersama dengan Nabi (s)!

Yaa Rabbanaa!  Terimalah doa kami dengan rahasia dari rahasia Surat al-Fatihah.

… pada tahun 1967, Nabi Muhammad (s) mengatakan kepada Grandsyekh `Abdullah Faiz Ad Daghestani (q) di dalam suatu penglihatan spiritual, "Jangan mencari orang-orang, aku akan mengirimkan orang-orang terpilihku. Jangan mencari orang ini atau itu, atau di negeri atau kota ini itu, karena aku akan mengirimkan orang-orang yang baik kepadamu." Dan sampai sekarang, rahasia itu diteruskan dari satu wali kepada khulafaa-nya, dari satu wali kepada khulafa-nya dan ini adalah cara mereka menyebarkan tarekat ke mana-mana. Itulah sebabnya bay'at... Grandsyekh (q) biasa memberikan bay'at hanya kepada sedikit orang, tetapi bersama Mawlana Syekh Nazim (q) datanglah perintah untuk menyebarkan tarekat ini, dan itulah sebabnya kita katakan bahwa Mawlana merupakan batang pohonnya, sedangkan para Khulafaa Mawlana Syekh menjadi cabang-cabangnya.

Semoga Allah (swt) membuat kita senantiasa berada di bawah Awliyaullah, dan semoga Allah memberkati kita semua.  Kita datang untuk ziarah ini, in syaa-Allah ini akan dituliskan bagi kalian pada Hari Kiamat bahwa kalian telah mengunjungi salah satu dari Kekasih Allah (swt) dan seorang Kekasih Nabi (s).

http://www.sufilive.com/Ziarah-to-Shaykh-Nour-Muhammad-Al-Badayouni-q--5755.html
© Copyright 2015 Sufilive

Tuesday, December 9, 2014

Dua for calamities

Doa Ampuh untuk Menghilangkan Penderitaan dan Bencana

Diriwayatkan oleh Sayyidina al-Hasan (r), cucu Nabi (s), dari Ibn Abi ad-Dunya (r) di dalam kitabnya, Kitab al-Mujabiin, Kita mengenai Orang-Orang yang Doanya Dikabulkan oleh Allah (swt):

Kana rajulun min ash-haab an nabi mina ‘l-anshaar, yukanna aw aba mu`allaq.  Ada seorang Sahabi dari kaum Anshar pada zaman Nabi (s) yang merupakan seorang pengusaha dan menghasilkan banyak uang.  Ia banyak melakukan perjalanan dan banyak orang yang menginvestasikan uangnya padanya karena keuntungannya bagus.  Pada suatu hari ketika ia sedang melakukan perjalanannya, seorang perampok menghentikannya.  Sulit untuk melihat wajah perampok itu karena wajahnya ditutupi, dan ia menghunuskan pedangnya sambil berkata, “Letakkan semua uang yang kau miliki di atas sana dan aku akan membunuhmu, aku tidak akan membiarkanmu hidup!”  Sahabi itu berkata, "Ambillah uangku, tetapi apa perlunya darahku?”  Perampok itu berkata, “Aku akan mengambil uangmu dan membunuhmu juga."  Sahabi itu berkata, “Jika engkau tidak membiarkan aku hidup, maka izinkan aku untuk salat empat rakaat sebelum aku mati.”  Perampok itu berkata, “Salatlah sesukamu," aku akan membunuhmu di sini, tetapi jika engkau meminta waktu untuk salat, aku akan memberikannya." 

Jadi Sahabi itu mengambil wudu, salat empat rakaat dan pada sujud terakhirnya ia berdoa:

یَا وَدُودُ ، يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيدِ ، يَا فَعَّالُ لِمَا تُرِيدُ ، أَسْأَلُكَ بِعِزِّكَ الَّذِي لَا يُرَامُ ، وَمُلْكِكَ الَّذِي لَا يُضَامُ ، وَبِنُورِكَ الَّذِي مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ ، أَنْ تُكْفِيَنِي شَرَّ هَذَا اللِّصِّ ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي

Yaa Waduud, yaa Waduud! Yaa Dzal-`Arsyi ‘l-Majiid! Yaa fa`aalun limaa yuriid!  As’aluka bi `izzika ‘l-ladzii laa yuraam wa bi-mulkika ‘l-ladzii laa yudhaam wa bi-nuurika ‘l-ladzii mala’a arkaana `arsyika an takfiyanii syarra haadza ‘l-lish.  Yaa Mughiitsu, aghitsnii! Yaa Mughiitsu, aghitsnii!  Yaa Mughiitsu, aghitsnii!

Yang Maha Mencintai, Yang Maha Mencintai!  Wahai Dzat Yang Memiliki Singgasana!  Wahai Dzat Yang dapat melakukan apa yang dikehendaki-Nya!  Aku memohon pada-Mu melalui Keperkasaan-Mu yang tak dapat disakiti, dan dengan Kerajaan-Mu yang tak dapat dikalahkan, dan Cahaya-Mu yang mengisi pilar dari Singgasana-Mu agar Engkau melindungiku dari kejahatan perampok ini!  Wahai Dzat Yang menyelamatkan orang dari bencana, selamatkanlah aku! Wahai Dzat Yang menyelamatkan orang dari bencana, selamatkanlah aku!

Segera setelah ia selesai berdoa, seorang kesatria berkuda mendekat dengan sebuah harbah, tombak besar di tangannya.  Ia meletakkannya di belakang telinga kudanya.  Ketika perampok itu melihatnya, ia mendatanginya untuk berkelahi.  Kesatria itu mampu membunuhnya dengan sekali hantam.  Kemudian ia mendatangi Sahabi itu dan berkata,  “Berdirilah.”  Sahabi itu berkata, “Demi Allah dan Nabi-Nya (s), semoga Allah memberimu nyawaku, siapa engkau?  Allah telah menyelamatkan aku hari ini melalui tanganmu.”  Ia berkata,  "Aku adalah seorang malaikat dari langit, dari langit keempat.  Ketika engkau berdoa, setelah bagian pertama, aku mendengar pintu-pintu langit terdengar retak dengan suara keras, sami`tu bi-abwaabi ‘s-sama ar-rabi`a qaaqaa.  Lalu setelah bagian kedua dari doamu, dajja kabiira, para penghuni langit mulai mendengar kegaduhan.  Kemudian setelah bagian ketiga doamu, sebuah suara datang padaku, mengatakan, “Pergilah dan bantulah orang itu!,” jadi aku memohon kepada Allah (swt) untuk mengizinkan aku membunuhnya.

Dan Sayyidina al-Hasan (r) (sang periwayat) mengatakan, "Barang siapa yang mengambil wudu, salat empat rakaat dan berdoa dengan doa itu, Allah akan menerima permohonannya, apakah orang itu mempunyai penderitaan atau tidak." 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Dari www.sufilive.com

Bismillah enam


Sunday, November 30, 2014

Cleaning

following litany (adab/wirid) is for those seeking any sort of Clear Opening, be it:

Spiritual in nature, such as to be dressed by blessing from Allah Almighty and Rasulullah (saw)
Physical (Worldly) in nature, pertaining to business, work, job, and also to be successful.
There is a type of Angel appointed by Allah Almighty, for one who reads a hundred times daily, of each of the following:

La illa ha illallah (100 times), and at the end, say, Muhammadur Rasulullah (once). لا إله إلا الله
محمد رسول الله

MashaAllah (100 times) ما شاء الله
Alhamdulillah (100 times) الحمد لله
Shukranlillah (100 times) شُكْرًالِلَّه
Subhanallah (100 times) سبحان الله
Astaghfirullah (100 times) أستغفر الله
Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un (100 times) إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
Hasbunallah hu wa ni’mal wakeel (100 times) حَسۡبُنَا اللّٰهُ وَنِعۡمَ الۡوَكِيۡلُ
Tawakkal tu ‘alallah (100 times) تَوَكَّلْتُ عَلَي اللَّه
La hawla wa la quwwata illa billah hil aliyil azhim (100 times) لآحَولَ وَلآقُوَّةَ اِلَّأبِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Then recite the Naqshbandi Ihda, “Ila sharafin-nabi, salla-Allahu `alayhi wa sallam wa aalihi wa sahbihil-kiraam wa ila arwaahi ikhwanihi min al-anbiya-i wal-mursaleen wa ila arwaahil a immatil arba` wa ila arwaahi mashaykhina fit-tariqati-n-Naqshbandiyyati-l-`aliyya khaassatan ila ruhi imami-t-tariqah wa ghawthil-khaliqat khwaja Bahauddin Naqshband Muhammad al-uwaysi al-bukhari, wa ila sultanul-awliya shaykh Abdullah al-faiz ad-Daghestani wa ila shaykhina Muhammad Nazim al-Haqqani wa ila hadhratin ustadzina wa ustadzi ustadzina, wa siddiqiyyun, Al-Fatihah.” (once)
Ihda Spiritual Medicine: Adab for Seeking a Clear Opening in Life, by Shaykh Adnan Kabbani
Allah Almighty will open all the Heavenly Doors for the one who recites this litany/adab, and all Angels will serve such a one, the one who is doing this wirid above.

Saturday, November 29, 2014

Niat mengikuti

MSH menjelaskan ttg lafzh niat yg biasa qt bc & qt hrs bnr2 memperhatikannya. Semisal qt akan melakukan shalat Shubuh: Ushalli fardhash-shubhi... mustaqbilal-qiblati ada-an lillahi ta'ala. Dlm niat ini sdh jls bhw qt niat shalat fardhu Shubuh 2 raka'at menghadap Qiblat skrg krn Allah ta'ala.Ada klmt menghadap Qiblat, yg artinya menghadap Ka'bah. Jd krn qt tdk bs membayangkan Allah mk qt diperbolehkan menghadapkan diri qt/tawajjuh membayangkan Ka'bah d hadapan qt. Ini penjelasan singkatnya diperbolehkan membayangkan Ka'bah qt shalat.
Sdgkn Allah tdk bs dibayangkan dgn sesuatu pun, baik cahaya, lafazh tlsnnya, bahkan apapun jg. Subhanallah... mk itu Shahibusy-Syari'ah mengajarkan qt niat dgn sebaik2 niat.
MSH pernah menjelaskan ttg bgmn shalat qt akan lbh khusyu' & diterima Allah SWT. Sdh jls & pasti qt hrs mengikuti aturan2/kaidah2 scr Syar'i. Slh satunya ttg niat. Pertanyaan pertama adlh ktk qt shalat qt "menghadap" Allah SWT. Lalu bgmn qt bs membayangkan Allah sesuai dgn rkn Ihsan bhw qt beribadahkpd Allah seolah2 qt melihat-Nya, apabila qt tdk bs melihat-Nya mk sesungguhnya Dia melihat qt?
Mk itu ktk org2 shalat d dpn Msjd Al Haram d dpn Ka'bah/Baytullah, sunnahnya mrk hrs memandang Ka'bah bkn melihat tempat sujud tp sblknya bg yg shalat tdk melihat Ka'bah disunnahkan melihat tmpt sjd.
Sbg penutup, MSH pernah jg menjelaskan ttg niat Nawaytu Arba'in dst apabila qt hendak memulai ibadah. Jd baik membaca itu ablm membaca niat shalat, niat bc Al Qur'an dll. Ada sdkt tmbhn mengenai niat shalat & ini sifatnya rahasia dr Masyaikhina (bkn konsumsi umum). MSH pernah diajarkan Grandshaykh Abdullah (Q) ttg niat shalat yg serta merta akan membawa qt keHadhirat Allah SWT. Nitanya sm dgn yg biasa hanya sj ditambahkan klmt: Muqtadiyan bisayyidisy-Syaikh Abdullah Al Faiz Ad Daghestani, muqtadiyan bisayyidi Rasulillahi SAW ada-an lillahi ta'ala.
Klo qt dgn menyebut Muqtadiyann biSayyidisy- Syaikh Muhammad Nazim Al Haqqi, muqtadiyan bis-Sayyidi Rasulillah SAW.
Artinya mengikuti.

Monday, October 20, 2014

Ihda

Ihda: mempersembahkan pahala bacaan yang telah kita baca sebelumnya kepada Nabi (s) dan para syuyukh kita, khususnya dalam Tarekat Naqsybandiyya Nazimiyya.

Allahumma balligh tsawaaba maa qara’naahu wa nuura maa talawnaahu, hadiyyatan wa washilatan minnaa ilaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina Muhammad (s) wa ‘aalihi wa shahbihi ‘l-kiram, wa ilaa arwaahi ikhwaanihi minal-anbiyaa’i wa ‘l-mursaliin wa khudamaa-i syaraa-ihim wa ilaa arwaahi ‘l-a-immati ‘l-arba`ah wa ilaa arwaahi  masyaayikhinaa fii thariiqatin Naqsybandiyyati ‘l-‘Aliyyah, khaassatan ila ruuhi imami ‘th-thariqati wa Ghawtsi ‘l-khaliiqati Khwaajaa Bahaauddiin Naqsyband Muhammad al-Uwaysiyil Bukhaari, Wa ‘ilaa hadhrati Mawlaanaa Sulthaani ‘l-Awliya Syaykh ‘Abdullah Daghistaanii, wa Mawlaanaa Syaykh Muhammad Naazhim al-Haqqaani wa Mawlana Syaykh Hisyam Kabbani, wa Shaykh Adnan Kabbani, wa Shaykh Muhammad, wa Shahibul Zaman Sayyidina Muhammad al-Mahdi (`alayhi 's-salaam), wa Ruuhullah Sayyidina `Isa (`alayhi 's-salaam), wa Sayfullah Sayyidina `Ali (`alayhi 's-salaam) wa ilaa saa-iri saadaatinaa wa ‘sh-shiddiqiina al-Faatihah

Saturday, October 4, 2014

Sholat malam Ied al Adha

Shalat di mlm ied al adha: shalat sunnah dua rakaat pd stiap rakaat membaca alfaatihah 15 x, al ikhlash 15x, al falaq 15x, annaas 15x. Setelah salam baca ayat kursi 3x, istighfar 15x, kemudian berdoa sekehendak anda permohonan utk kebaikan dunia dan akhirat. (Al ghunyah: sykh abd qadir al jiilani). Smoga bermanfaat sbagai adab dan amal shalih.

*Untuk Kalangan Sendiri