Sunday, March 22, 2015

Kamuflase / Siker

PAGAR RUMAH DARI PENCURI-AJI SIKER

Bismillahhirrohmanirrohim
Summum bukmum umyum fahum layar ji’un
Summum bukmum umyum fahum Layak kilun
Summum bukmum umyum fahum Layubsirun
Summum bukmum umyum fahum Layaklamun
Summum bukmum umyum fahum Layarji’un

keterangan:

Rumah akan kelihatan seperti lautan api oleh pencuri atau penjarah, caranya ketika membaca sambil membawa bara api keliling rumah melawan arah jarum jam.

Jenis ilmu ini sekarang jarang dilakukan oleh masyarakat karena kepercayaan terhadap hal irasional sudah mulai memudar. Tetapi kalau anda menggunakan ilmu ini dan suatu waktu menemukan pencuri atau maling erduduk lemas dipagi hari di seputaran rumah atau kebun maka pencuri tersebut tidak boleh di pukul atau dicelakai. Berilah dia makan dan bekal atau uang saku kemudian nasehati untuk tidak melakukan hal serupa dimanapun kalau ingin selamat . Apabila janjinya tersebut dilangar maka ia akan mengalami kesialan dan tertangkap tangan bahkan akan mengalami celaka atau kematian

Saturday, March 14, 2015

Jazallahu anna muhammaddan

Hadhrat Abbas 'Radiallahu Anhu' melaporkan bhw Rasulullah Salallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yg mengucapkan

جَزَى اللهُ عَنَّا مُحَمَّدًا مَا هُوَ اَهْلُهُ

Jazallaahu 'annaa Muhammadan maa Huwa Ahluh

Ia akan membuat 70 malaikat kelelahan selama 1000 hari (utk mencatat pahalanya)"

(Tabarani)

Friday, March 13, 2015

Perlindungan dari ular

Salamun ala nuhin fil alamin innaa kadzalika najzil muhsinin innahu min ibadinas sholihin wainnahu bismillahirrohmanirrohim



Opening from Grandshaykh

You must recite Fatihah seven times daily, early in the morning or late at night, when you are alone. You must face the direction of Ka`aba, recite Fatihah ash-Shareefah seven times and ask for an opening from our Grandshaykh (q). It is enough!

Fatihah.

Mawlana Shaykh Nazim Adil ( ق )

Tuesday, March 3, 2015

Obat Kesedihan

Obat untuk Kesedihan
Allah (swt) berfirman di dalam kitab suci al-Qur'an,
قُلْ بِفَضْلِ اللّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Qul bifadlillahi wa bi-rahmatihi fa-bidzaalika fa ‘l-yafrahuu huwa khayrum mimmaa yajma`uun.
Katakanlah, "Dengan karunia dan rahmat Allah, hendaklah dengan itu mereka bergembira; Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (Yunus, 10:58)
Dia berfirman, "Kau harus bergembira dengan karunia dan rahmat Allah!"  Awliyaa dan`ulama mengatakan bahwa rahmat tersebut adalah Muhammad (s).  Jadi, setiap kali kalian merasa sedih, bacalah Surat Alam Nasyrah (Surat asy-Syarh) tujuh kali pada air, dan minum air itu setiap hari; depresi itu akan pergi, dan kalian akan sembuh dari kesedihan itu.  Setetes air mata seorang Muslim karena Allah (swt) dan Nabi-Nya (s), jika kalian perbesar dan melihatnya lebih dalam lagi, itu artinya air mata seorang Mukmin, lebih berharga daripada dunia dan segala isinya, karena Allah tidak senang melihat hamba-Nya yang mencintai-Nya dan Nabi-Nya menjadi sedih.
Shaykh Hisham Kabbani
WATCH: http://sufilive.com/The-Cure-for-Sadness-4082.html

Saturday, January 17, 2015

Ziyara Shaikh Nur Muhammad al Badayouni

Ziarah ke Grandsyekh Nur Muhammad al-Badayouni (q)
Mursyid ke-28 dalam Silsilah Keemasan Tarekat Naqsybandi
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani
2 Januari 2015, New Delhi, India

[Setelah ziarah Mawlana menjelaskan bahwa adab untuk menggunakan nama ‘Badayouni’ untuk Syekh Nur Muhammad al-Badawani (qs).]

As-salaamu `alaykum, yaa  Nur Muhammad al-Badawani. As-salaamu `alaykum. Muhammad al-Badawani, a`tinaa min maa ataaka ‘Llaah, albisnaa min maa albasaka iyyaah Allah, farrihnaa bi-maa farrahaka bihi ‘Llah, tsabbitnaa `alaa mahabbati ’n-nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-sallam, wa-nafsin wa-maa sawaahaa, sawwuu anfusanaa, sawwuuhaa `alaa ath-thariiqah an-naqsybandiyya al-`aliyya tsumma qaddimuuhaa li-hadhrati’n-Nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-sallam tsumma li-hadhrati ‘Llahi `azza wa-jall.

Yaa sayyidinaa nahnu ji’naa min bilaadin ba`iida bi-dzunuubin katsiira wa ji’naa mustahhiyyiina min Allahi `azza wa-jall, mustahiyyiin min an-Nabi shalla ‘Llahu `alayhi wa-salam, mustahiyyiin min masyaayikhinaa al-`izhaam, fa-anta kun lanaa syafii`an maa `indahum hattaa laa naq`a fii haadzihi al-madzallaat.

Yaa Sayyidinaa Nur Muhammad al-Badawani awda`naa haalanaa wa ahwaalanaa wa awlaadanaa wa-`iyaalanaa wa-jamii`i man yata`llaq binaa wa man wasaanaa w’astawsaanaabi-du`aa al-khayr wa ‘l-ummata `amatan ajma`iin `indaka yaa Nur Muhammad Badawani wa 'l-jamii` `inda l-habiib al-Mushthafaa `alayhi afdhal ash-shalaatu wa 's-salaam.
Rabbanaa taqabbal minnaa bi-asraari sirri Surati ‘l-Faatihah.

Ya Muhammad al-Badawani!  Berikanlah kepada kami dari apa yang Allah telah berikan kepadamu, busanai diri kami dari apa yang telah Allah busanakan kepadamu, berilah kami kegembiraan dengan kegembiraan yang telah Allah berikan kepadamu, jadikanlah kami teguh dalam cinta kami kepada Nabi (s)!
وَنَفۡسٍ۬ وَمَا سَوَّٮٰهَا
Demi jiwa dan Dia yang menyempurnakannya (Surat al-Syams, 91:7)
Sempurnakanlah jiwa kami, sempurnakanlah mereka menurut Tarekat al-Naqsybandiyya al-`Aliyya dan kemudian bawalah mereka ke hadirat Nabi (s) dan kemudian ke Hadratillah!

Yaa Sayyidinaa!  Kami telah datang dari daerah kami dengan banyak dosa, kami datang dengan perasaan malu kepada Allah (swt), malu kepada Nabi (s) dan malu terhadap para Masyayikh Agung, maka jadilah perantara bagi kami terhadap mereka agar kami tidak jatuh dalam perjuangan ini!

Yaa Sayyidinaa Muhammad Nur al-Badawani! Mudahkanlah keadaan dan kondisi kami, anak-anak kami, keluarga kami dan semua yang terhubung dengan kami, dan jagalah kami dengan doa-doa yang baik dan jagalah kami beserta seluruh umat agar senantiasa tetap bersamamu, yaa Muhammad Nur al-Badawani dan setiap orang bersama dengan Nabi (s)!

Yaa Rabbanaa!  Terimalah doa kami dengan rahasia dari rahasia Surat al-Fatihah.

… pada tahun 1967, Nabi Muhammad (s) mengatakan kepada Grandsyekh `Abdullah Faiz Ad Daghestani (q) di dalam suatu penglihatan spiritual, "Jangan mencari orang-orang, aku akan mengirimkan orang-orang terpilihku. Jangan mencari orang ini atau itu, atau di negeri atau kota ini itu, karena aku akan mengirimkan orang-orang yang baik kepadamu." Dan sampai sekarang, rahasia itu diteruskan dari satu wali kepada khulafaa-nya, dari satu wali kepada khulafa-nya dan ini adalah cara mereka menyebarkan tarekat ke mana-mana. Itulah sebabnya bay'at... Grandsyekh (q) biasa memberikan bay'at hanya kepada sedikit orang, tetapi bersama Mawlana Syekh Nazim (q) datanglah perintah untuk menyebarkan tarekat ini, dan itulah sebabnya kita katakan bahwa Mawlana merupakan batang pohonnya, sedangkan para Khulafaa Mawlana Syekh menjadi cabang-cabangnya.

Semoga Allah (swt) membuat kita senantiasa berada di bawah Awliyaullah, dan semoga Allah memberkati kita semua.  Kita datang untuk ziarah ini, in syaa-Allah ini akan dituliskan bagi kalian pada Hari Kiamat bahwa kalian telah mengunjungi salah satu dari Kekasih Allah (swt) dan seorang Kekasih Nabi (s).

http://www.sufilive.com/Ziarah-to-Shaykh-Nour-Muhammad-Al-Badayouni-q--5755.html
© Copyright 2015 Sufilive

Tuesday, December 9, 2014

Dua for calamities

Doa Ampuh untuk Menghilangkan Penderitaan dan Bencana

Diriwayatkan oleh Sayyidina al-Hasan (r), cucu Nabi (s), dari Ibn Abi ad-Dunya (r) di dalam kitabnya, Kitab al-Mujabiin, Kita mengenai Orang-Orang yang Doanya Dikabulkan oleh Allah (swt):

Kana rajulun min ash-haab an nabi mina ‘l-anshaar, yukanna aw aba mu`allaq.  Ada seorang Sahabi dari kaum Anshar pada zaman Nabi (s) yang merupakan seorang pengusaha dan menghasilkan banyak uang.  Ia banyak melakukan perjalanan dan banyak orang yang menginvestasikan uangnya padanya karena keuntungannya bagus.  Pada suatu hari ketika ia sedang melakukan perjalanannya, seorang perampok menghentikannya.  Sulit untuk melihat wajah perampok itu karena wajahnya ditutupi, dan ia menghunuskan pedangnya sambil berkata, “Letakkan semua uang yang kau miliki di atas sana dan aku akan membunuhmu, aku tidak akan membiarkanmu hidup!”  Sahabi itu berkata, "Ambillah uangku, tetapi apa perlunya darahku?”  Perampok itu berkata, “Aku akan mengambil uangmu dan membunuhmu juga."  Sahabi itu berkata, “Jika engkau tidak membiarkan aku hidup, maka izinkan aku untuk salat empat rakaat sebelum aku mati.”  Perampok itu berkata, “Salatlah sesukamu," aku akan membunuhmu di sini, tetapi jika engkau meminta waktu untuk salat, aku akan memberikannya." 

Jadi Sahabi itu mengambil wudu, salat empat rakaat dan pada sujud terakhirnya ia berdoa:

یَا وَدُودُ ، يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيدِ ، يَا فَعَّالُ لِمَا تُرِيدُ ، أَسْأَلُكَ بِعِزِّكَ الَّذِي لَا يُرَامُ ، وَمُلْكِكَ الَّذِي لَا يُضَامُ ، وَبِنُورِكَ الَّذِي مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ ، أَنْ تُكْفِيَنِي شَرَّ هَذَا اللِّصِّ ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي ، يَا مُغِيثُ أَغِثْنِي

Yaa Waduud, yaa Waduud! Yaa Dzal-`Arsyi ‘l-Majiid! Yaa fa`aalun limaa yuriid!  As’aluka bi `izzika ‘l-ladzii laa yuraam wa bi-mulkika ‘l-ladzii laa yudhaam wa bi-nuurika ‘l-ladzii mala’a arkaana `arsyika an takfiyanii syarra haadza ‘l-lish.  Yaa Mughiitsu, aghitsnii! Yaa Mughiitsu, aghitsnii!  Yaa Mughiitsu, aghitsnii!

Yang Maha Mencintai, Yang Maha Mencintai!  Wahai Dzat Yang Memiliki Singgasana!  Wahai Dzat Yang dapat melakukan apa yang dikehendaki-Nya!  Aku memohon pada-Mu melalui Keperkasaan-Mu yang tak dapat disakiti, dan dengan Kerajaan-Mu yang tak dapat dikalahkan, dan Cahaya-Mu yang mengisi pilar dari Singgasana-Mu agar Engkau melindungiku dari kejahatan perampok ini!  Wahai Dzat Yang menyelamatkan orang dari bencana, selamatkanlah aku! Wahai Dzat Yang menyelamatkan orang dari bencana, selamatkanlah aku!

Segera setelah ia selesai berdoa, seorang kesatria berkuda mendekat dengan sebuah harbah, tombak besar di tangannya.  Ia meletakkannya di belakang telinga kudanya.  Ketika perampok itu melihatnya, ia mendatanginya untuk berkelahi.  Kesatria itu mampu membunuhnya dengan sekali hantam.  Kemudian ia mendatangi Sahabi itu dan berkata,  “Berdirilah.”  Sahabi itu berkata, “Demi Allah dan Nabi-Nya (s), semoga Allah memberimu nyawaku, siapa engkau?  Allah telah menyelamatkan aku hari ini melalui tanganmu.”  Ia berkata,  "Aku adalah seorang malaikat dari langit, dari langit keempat.  Ketika engkau berdoa, setelah bagian pertama, aku mendengar pintu-pintu langit terdengar retak dengan suara keras, sami`tu bi-abwaabi ‘s-sama ar-rabi`a qaaqaa.  Lalu setelah bagian kedua dari doamu, dajja kabiira, para penghuni langit mulai mendengar kegaduhan.  Kemudian setelah bagian ketiga doamu, sebuah suara datang padaku, mengatakan, “Pergilah dan bantulah orang itu!,” jadi aku memohon kepada Allah (swt) untuk mengizinkan aku membunuhnya.

Dan Sayyidina al-Hasan (r) (sang periwayat) mengatakan, "Barang siapa yang mengambil wudu, salat empat rakaat dan berdoa dengan doa itu, Allah akan menerima permohonannya, apakah orang itu mempunyai penderitaan atau tidak." 

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
Dari www.sufilive.com

*Untuk Kalangan Sendiri