Sunday, February 19, 2017

Adab sblm tidur

Wazhifa Grandsyekh `Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani ( ق ) untuk menghilangkan segala masalah:

Syahadat (3 kali)
Astaghfirullah (70 kali)
Surat al-Fatihah (1 kali)
Surat al-Ikhlash (3 kali)
La ilaha ilallah (10 kali)
Shalawat Nabi (saw) (10 kali):
Allahumma shalli `ala Muhammadin wa `ala ali Muhammadin wa sallim

Berikan bacaan tersebut sebagai amanat kepada Rasulullah ﷺ dengan mengucapkan:
"Awda'naa hadza ad-dzikr `indaka yaa Sayyidi yaa Rasulallah ﷺ wa hiya lanaa wadii`atun yaa man arsalahullahu rahmatan li-`aalamin"

Kemudian Astaghfirullah (300 kali)

Jika seseorang membacakan bacaan tersebut pada orang yang sakit, itu akan membebaskannya, dan Grandsyekh `Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani  ( ق ) berkata, jika ia membacanya untuk dirinya sendiri sebelum tidur, Allah (swt) akan mengirimkan ru'ya shaliha dan ia akan berada dalam hadirat--beliau katakan, berada dalam penjagaan Allah (swt) pada malam itu dan ruhnya akan berada dalam keadaan sujud di bawah `Arasy Ar-Rahman.

Nabi ﷺ bersabda bahwa Mukmin yang mengucapkan syahadatain sebelum tidur, setelah berwudu dan shalat 2 rakaat, ruhnya akan melakukan sujud di bawah `Arasy.

Grandsyekh `Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani  ( ق )  mengatakan bahwa para Sahabat senantiasa melakukan awrad ini dengan cara-cara yang berbeda.  Masyaikh al-`Azhaam, para Wali tingkat tinggi juga menjaga awrad tersebut dan tidak pernah berhenti mengamalkannya sepanjang hidupnya. 

Jika kalian dapat melakukannya setiap hari, itu akan mempersiapkan diri kalian untuk berada dalam hadirat 124.000 Awliya'ullah dan kalian akan berada dalam hadirat mereka pada malam ketika kalian tidur.  Dan jika kalian melakukannya setiap malam, kalian akan mendapat pahala yang berbeda-beda pada setiap malam bersama para Awliyaullah tersebut.  Orang-orang yang menjaga adab tersebut akan diberi pahala dari Pahala-Nya yang Tak Terhingga.  Semoga Allah membuat kita menjaga adab tersebut di bulan Ramadhan ini.

Grandsyekh `Abdullah al-Fa'iz ad-Daghestani  ( ق ) berkata jika seseorang jatuh ke dalam suatu masalah,  wa law `abada `ibadata'ts-tsaqalayn, di mana bahkan jika ia berdoa dengan doa manusia dan jin, itu tidak akan mengeluarkannya dalam masalah yang dihadapinya kecuali dengan membaca awrad tersebut.  Jika ia membaca awrad tersebut, ia akan ditarik keluar dari masalah yang dihadapinya.  Ia harus mengakhiri awradnya dengan membaca Astaghfirullah 300 kali, insya Allah.

Semoga Allah membusanai kita dengan pahala dari semua awrad ini bahkan jika kita tidak melakukannya tetapi kita berniat melakukannya. wa min Allah at-tawfiiq bi hurmati 'l-Fatihah

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani  ( ق )

وظيف لسلطان الأولياء مولانا الشّيخ عبد الله الفائز الدّغستاني

كلمة الشهادة  -(۳مرات):
أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ (صلّى اللهُ عليه و سلّم)
استغفار   -(۷۰مرة):  أَسْتَغْفِرُ اللهَ
اَ لْفَاتِحَةُ
سُوْرَةُ اْلإِخْلاَص - (۳مرات)
لَآ إِلٰهَ اِلاَّ اللهُ  - (١۰مرات)
صلوات - (١۰مرات): اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍوَعَلىَ اٰلِ مُحَمَّدٍ وَ سَلِّمْ
 
أَوْدَعْنَاهَذَا اذِكْرِ عِنْدَكَ يَا سَيِّدِي يَارَسُوْلَ اللهِ وَهِيَ لَنَا وَدِ يْعَةٌ يَا مَنْ أَرْسَلَهُ اللهُ تَعَالَى رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ .
استغفار   -(٣٠۰مرة):  أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Sunday, February 12, 2017

Doa Nur

Du'a an Nur

Allaahummaj’al fee qalbee nuran, wa fee lisaanee nuran, wa fee sam’ee
nuran, wa fee basaree nuran, wa min fawqee nuran, wa min tahtee nuran,
wa ‘an yameenee nuran, wa ‘an shimaalee nuran, wa min ‘amaamee nuran,
wa min khalfee nuran, waj’al fee nafsee nuran, wa ‘a’dhim lee nuran,
wa ‘adhdhim lee nuran. Waj’al lee nuran, waj’alnee nuran. Allaahumma
‘a’tinee nuran, waj’al fee ‘asabee nuran, wa fee lahmee nuran, wa fee
damee nuran, wa fee sha’ree nuran, wa fee basharee nuran.
Allahummaj'al lee nuran fee qabree, wa nuran fee 'idhaamee.
Wa zidnee nuran, wa zidnee nuran, wa zidnee nuran
Wa hab lee nuran 'alaa nur

O Allah, place light in my heart, and on my tongue light, and in my
ears light and in my sight light, and above me light, and below me
light, and to my right light, and to my left light, and before me
light and behind me light. Place in my soul light. Magnify for me
light, and amplify for me light. Make for me light, and make me light.
O Allaah, grant me light, and place light in my nerves, and in my body
light and in my blood light and in my hair light and in my skin light.

O Allah, make for me a light in my grave... and a light in my bones.
Increase me in light, increase me in light, increase me in light.
Grant me light upon light.

Friday, December 30, 2016

Ijazah

IJAZAH DARI KH. SYA'RONI AHMADI KUDUS (Hafizhohullah)

1. Doa ketenangan hati
Dibaca 10 kali sesudah sholat fardhu

اللهم نور قلبي بنور هدايتك كما نورت الأرض بنور شمسك أبدا أبدا

Allahumma nawwir qolbii binuuri hidaayatika kamaa nawwarta al-ardho binuuri syamsika abadan abadaa.

2. Doa agar diberi rizki yang luas
Dibaca pagi 9 kali dan sore 9 kali

الله لطيف بعباده يرزق من يشاء وهو القوي العزيز

Allahu lathiifun bi 'Ibaadihii yarzuqu man yasyaa-u wa huwa al-qowiyyu al-aziiz

3. Doa kerukunan keluarga
Dibaca 10 kali pagi dan sore

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yunin waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa

4. Doa dibaca waktu ada kesulitan

يا لطيف 129x

Yaa Lathiif (129 kali).

5. Doa dibaca untuk menghasilkan hajat
Dibaca 99 kali

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه صلاة تعدل صلوات المصلين عليه

Allahumma sholli 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii sholaatan ta'dilu sholawaatil musholliina 'alaih.

Silahkan diamalkan dengan menulis pada kolom komentar lafadz "qobiltu" semoga barokah.

Sumber: Nanal Ainal Fauz

Wednesday, December 7, 2016

Doa Gempa bumi

Doa Perlindungan Dari Gempa Bumi
Sulthanul Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al Haqqani
Lefke, Siprus  11 November 2011

Mawlana: untuk gempa bumi, sebuah tanda telah muncul, untuk perlindungan... katakan!  Yang mana? untuk gempa...
(“Wa Lawla ’Idz Dakhalta Jannataka Qulta MaSya’a Allahu La Quwwata illa Billahi” [18:39])

Mawlana: Lihat, dia pintar, masya Allah.  Sebuah tanda telah datang… untuk gempa bumi.. 2 pemilik tanah.. Satu dari kebun-kebun mereka telah terbakar dan hancur… Yang kedua.. (bukan). Wa Lawla ‘idz Dakhalta Jannataka Qulta Ma Sya’a Allahu La Quwwata illa Billahi” (18:39). (jika saja kalian mengatakan ketika memasuki kebun kalian: itu adalah atas Kehendak Allah.  Tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.)

Itu adalah sebuah perintah, tentu saja! Setiap kali kalian memasuki rumah, ucapkan, “Masya Allah, La Quwwata illa Billahi”.  Jangan takut.  Bahkan jika ada api, bom, menimpa rumah kalian, tidak akan terjadi apa-apa pada manusianya. Subhana Allah, tandanya telah datang kepada saya sekarang. Allahu Akbar!

Wahai Tuhan kami!  Wahai Tuhan kami!  Kami mengerti.. wahai Tuhan kami, ampunilah kami! Ya Rabbi, ampunilah kami.. Tawba Ya Rabbi, Tawba Ya Rabbi.. Tawba Astaghfirullah.. Bila kalian masuk ke dalam rumah, “Masya Allah, La Quwwata illa Billahi”. Kalian mengerti? Jangan takut! Ini adalah kata-kata yang penting bagi hari-hari mendatang… Ini sangat pas, sempurna, di waktu yang pas,  Allahu Akbar! Subhan Allah! Sultan Allah! Allah! Fatiha

Wednesday, November 30, 2016

Adab Rabiul awal

*ADAB NAQSYBANDI DI BULAN RABI` AL-AWWAL*
_Atas perkenan Sufilive.com_

Ini adalah bulan istimewa yang hari-harinya dipenuhi berkah dan tajali surgawi dari ar-Rahman.  Pada bulan ini Rasulullah (saw) dilahirkan, pada bulan ini beliau hijrah ke Madinah, dan beliau diangkat ke Maqam Tertinggi dekat Allah selama Qaaba Qawsayni aw Adnaa. Sayyidina Muhammad (saw) dilahirkan pada tanggal 12 Rabi` al-Awwal dan diberi nama pada tanggal 19.  Keutamaan bulan Rabi`al-Awwal dibandingkan bulan-bulan lainnya adalah seperti keutamaan Nabi (saw) terhadap seluruh makhluk.  Bulan ini terdiri atas adab dan serangkaian bacaan yang luar biasa dan vital bagi para salik dalam tarekat ini untuk memuliakannya.  Di bulan ini khalwat dan riyadhah demi kecintaan pada Allah (swt) dan Rasul-Nya (saw) diperbolehkan, khususnya sejak hari pertama hingga hari kesepuluh, di mana murid akan meraih Maqamul Fana fi Rasulullah (saw).

*ADAB*
Menjelang masuknya bulan ini, murid harus melakukan mandi/ghusl demi Allah, kemudian lakukan:
*Shalat dua rakaat Tahiyyatul Wudhu atau Ghusl.
*Lakukan Adab Tarekat.
*Bacalah puisi, "Marhaban, Ahlan wa Sahlan." (tetapi pada pertengahan bulan bacalah bacaan al-Widā'u al-Widā'u yaa Syarh), kemudian bacalah Doa Agung Sulthan al-Awliya `AbdAllah al-Fa’iz ad-Daghestani (q).

*BACAAN*
*Baca Surat al-An`am setiap hari.
*Baca satu hizib Dalaa’il al-Khayraat.
*Baca Shalawaat Syarifah 1000 kali setiap hari, dan 100 kali berdiri menghadap Qiblat dan hadiahkan bacaan itu kepada Nabi (saw) memohon keberkahan dari kelahirannya.
*Jika memungkinkan, bacalah Mawlid bersama jamaah.

*MALAM-MALAM SENIN, KAMIS DAN JUMAT*
Pada malam-malam ini, Khatm harus dibaca.  Pada malam kelahiran Nabi (saw), orang-orang harus berkumpul demi kecintaan terhadap Allah (swt) dan Rasulullah (saw) setelah Isya dan lakukan adab sebagai berikut:
*Adab Tarekat
*Khatm
*Mawlid
*Shalat at-Tasabih
*Shalat asy-Syukur.

Pada malam ini, untuk menerima Rahmat, Cahaya dan Pemeliharaan yang kekal orang harus bangun untuk melakukan shalat malam, bershalawat dan menyelesaikan dzikirnya hingga Subuh. 

Dianjurkan untuk melakukan ghusul pada hari ini dan pada malam harinya, bersyukur kepada Allah atas karunia yang besar ini, yaitu kelahiran Sayyidina Muhammad (saw)!  Sebagai tanda syukur dan demi Rasulullah (saw) dianjurkan juga untuk berkurban dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin.  Dianjurkan pula untuk melakukannya pada tanggal 19 Rabi`al-Awwal, hari di mana Nabi (saw) diberi nama.

*BACAAN NIAT SETIAP HARI*
_Nawaytu 'l-arba`iin, nawaytu 'l-`itikaaf, nawaytu 'l-khalwah, nawaytu 'l-`uzlah,
nawaytu 'r-riyaadhah, nawaytu 's-saluuk, lillahi ta'ala al-`Azhiim fii hadza 'l-masjid._

Dianjurkan sekali (_mandub_) bagi jamaah Tarekat Naqsybandi untuk melakukan adab ini secara terus-menerus, khususnya pada waktu-waktu:
*Satu atau dua jam sebelum adzan Subuh hingga waktu Isyraq.
*Sebelum adzan `Ashar hingga Maghrib.
*Antara Maghrib hingga `Isya.

Sumber: Instagram.com/Mawlana.Shaykh.Nazim
Nazimiyya Indonesia
www.naqsybandi.com

Sunday, November 27, 2016

Hizib Nashar

DOA HIZIB NASHR

HIZIB NASHR

BIOGRAFI 
Abu Hasan Asy-Syadzili

Pendahuluan

Sebelum membaca Hizib Nashr, hendaknya membaca bacaan berikut ini :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. تَحَصَّنْتُ بِذِى الْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ, وَاعْتَصَمْتُ بِذِى الْعِزَّةِ وَالْجَبَرُوتِ, وتَوَكَّلْتُ عَلَى الْمُلْكِ الْحَيِّ الْقَيُّومِ الحَلِيْمِ الَّذِى لاَ يَنَامُ وَلاَ يَمُوتُ, دَخَلْتُ فِى حِرْزِ اللهِ, دَخَلْتُ فِى حِفظِ اللهِ, وَ دَخَلْتُ فِى أَمَانِ اللهِ, بِحَقِّ كهيعص كُفِيْتُ, وبحمعسق حُمِيْتُ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ. 

Tahash-shantu bidzil mulki walmalakuut, wa’ta-shamtu bidzil ‘izzati wal jabaruut, watawakkaltu ‘alal malikil hayyil qayyuumil haliimil ladzii laa yanaamu walaa yamuut, dakhaltu fii hirzillaah, dakhaltu fii hifzhillaah, wa dakhaltu fii amaa-nillaah, bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad kufiitu, wabi haa miim ‘aiin siin qaaf humiitu, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. 

“Dengan menyebut asma’ Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Aku berbenteng kepada Tuhan Yang memiliki kerajaan dan kekua-saan; aku berpegangn teguh pada Yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan; aku bertakawakkal kepada Sang Raja Yang Hidup Abadi lagi Terus Menerus mengurus makhluk-Nya, Yang Maha Penyantun, Yang tak pernah tidur dan tidak mengenal mati. Aku masuk kedalam penjagaan Allah. Aku masuk kedalam Pemeliharaan Allah. Aku masuk kedalam Penga-manan Allah. Berkat kebenaran kaaf haa yaa ‘aiin shaad aku dijaga dan berkat haa miim ‘aiin siin qaaf akudilindungi. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. 

BACAAN HIZIB NASHR

وَقَالَ مُوسَى إِنِّي عُذْتُ بِرَبِّي وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لاَ يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ. اللّهُمَّ بِسَطْوَةِ جَبَرُوتِ قَهْرِكَ, وَبِسُرْعَةِ إغَاثَةِ نَصْرِكَ, وَبِغَيْرَتِكَ ِلانْتِهَاكِ حُرْمَاتِكَ, وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِآيَاتِكَ, نَسْئَلُكَ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا أللهُ يَا سَمِيْعُ يَاقَرِيْبُ يَامُجِيْبُ يَاسَرِيْعُ, يَامُنْتَقِمُ يَاقَهَّارُ, يَاشَدِيْدَ الْبَطْشِ يَاجَبَّارُ, يَاعَظِيْمَ الْقَهْرِ, يَامَنْ لاَيُعْجِزُهُ قَهْرُالجَبَابِرَةِ, وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ, مِنَ الْمُلُوْكِ وَاْلأَكَاسِرَةِ, وَاْلأَعْدَاءِ الْفَاجِرَةِ, أَسْئَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كاَدَنَا فِى نَحْرِهِ, وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِنَا عَائِدًا عَلَيْهِ, وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَلَنَا حُفْرَةً وَاقِعًا فِيْهَا, وَمَنْ نَصَبَ لَنَا شَبَكَةَ الْخِدَاعِ, اِجْعَلْهُ يَاسَيِّدِى مُسَاقًا إِلَيْهَا, وَمُصَادًا فِيْهَا وَأَسِيْرًا لَدَيْهَا.

Waqaala muusaa innii ‘udztu birabbii warab-bikum min kulli mutakabbirin laa yukminu biyaumil hisaab. Allaahumma bisathwati jaba-ruuti qahrik, wabisur’ati ighaa-tsati nashrik, wabighairatika lintihaaki hurumaa-tik, wabihi-maayatika limanih-tamaa bi aayaatik, nas-aluka yaa Allaah, yaa Allaah, yaa Allaah, yaa samii’u yaa qariibu yaa mujiibu yaa sarii’u yaa muntaqimu yaa qahhaar, yaa syadiidal bathsyi yaa jabbaar, yaa ‘azhiimal qahri yaa man laa yu’jizuhuu qahrul jabaabirah, walaa ya’zhumu ‘alaihi halaakul mutamarridah, minal muluuki wal akaasirah, wal a’daa-il faajirah. As-aluka antaj’ala kaida man kaadanaa fii nahrih, wa makra man makara binaa ‘aa-idan ‘alaiih, wahufrata man hafara lanaa hufratan waaqi’an fiihaa, waman nashaba lanaa syabakatal khi-dzaa’, ij’al-hu yaa sayyidii musaaqan ilaihaa, wamushaadan fiihaa wa asiiran ladaihaa. 

“Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". (QS al-Mukmin : 27). Yaa Allah! Ddengan perantaraan kekuatan kekua-saan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kece-patan datangnya pertolongan-Mu; dengan peranta-raan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlin-dungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, kami memohon kepada-Mu, Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, Yaa Sami’ (Wahai Yang Maha Mendengar), Ya Qariib (Maha Dekat), Ya Mujib (Pengabul doa), Ya Sari’ (Maha Cepat), Ya Muntaqimu (Penuntut Balas), ya Qahhar (Maha Perkasa), wahai Yang Keras siksaan-Nya, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Agung penundukan-Nya, wahai Dzat Yang penaklukan para penguasa tidak mampu melumpuhkan-Nya dan tidak sulit atas-Nya menghancurkan orang yang durhaka dari kalangan para raja, kaisar dan musuh yang kurangajar. Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, (jadikan) kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, (Jadikan) galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri kedalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku, terjerumus kedalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya.

اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص كهيعص كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا, وَلَقِّهِمُ الرَّدَى, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا, وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى الْيَوْمِ وَاْلغَدَا, 

Allaahumma bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, ikfinaa hammal ‘idaa, walaqqihimur-radaa, waj’alhum likulli habiibin fidaa, wasallith ‘alaihim ‘aajilan-niqmati fil yaumi wal ghadaa. 

Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa ‘aiin shad (3x) tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka kedalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera menda-patkan balasan pada hari ini dan esok.

اللّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اللّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ, اللّهُمَّ فُلَّ حَدَّهُمْ, اللّهُمَّ أجْعَلِ الدَّائِرَةِ عَلَيْهِمْ, اللّهُمَّ أَرْسِلِ الْعَذَابَ إِلَيْهِمْ, 

Allaahumma baddid syamlahum wafarriq jam’a-hum. Allaahumma aqlil ‘adadahum. Allaahumma fulla haddahum. Allaahummaj’alid-daa-irata ‘alai-him. Allaahumma arsilil ‘adzaaba ilaihim.

Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas (barisan) mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/melapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka.

اللَّهُمَّ أَخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةِ الْحِلْمِ وَاللُّطْفِ, وَاَسْلُبْهُمْ مَدَدَ اْلإِمْهَالِ, وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ إِلَى أَعْنَاقِهِمْ, وَارْبُطْ عَلَى قُلُوبِهِمْ, وَلاَ تُبَلِّغْهُمُ اْلآمَالَ, 

Allaahumma akhrijhum ‘an daa-iratil hilmi walluthfi, waslubhum madadal imhaali, waghulla aidiyahum ilaa a’naaqihim, warbuth ‘alaa qu-luubihim, walaa tuballighhumul aamaal.

Ya Allah!Usirlah mereka dari kawasan sifat Penyantun dan Kelamahlembutan-Mu. Rampaslah dari mereka bantuan keramahan. Kuncilah tangan-tangan mereka pada leher-lehernya dan ikatlah pada hati-hati mereka, serta jangan sampaikan/sukseskan angan-angan mereka. 

اللَّهُمَّ قَلِّبْ تَدْبِيْرَهُمْ, وَقَرِّر تَدْمِيْرَهُمْ, وَاقْطَعْ دَابِرَهُمْ, وَخُذْهُمْ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ, 

Allaahumma qallib tadbiirahum, waqarrir tadmii-rahum, waqtha’ daabirahum, wakhudz-hum akh-dza ‘aziizin muqtadir. 

Ya Allah! Ubahlah langkah mereka, tentukan penghancuran terhadap mereka, berantaslah mereka, dan siksalah mereka dengan siksaan yang sangat pedih. 

اللّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ لأَعْدَائِكَ, إِنْتِصَارًا ِلأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَأَوْلِيَائِكَ, 

Allaahumma mazziqhum kulla mumazzaqin mazzaqtahuu li-a’daa-ika, intishaaran li-anbiyaa-ika warusulika wa auliyaa-ika. 

Ya Allah! Cabik-cabiklah mereka, sebagaimana Engkau mencabik-cabik para musuh-Mu untuk membantu para Nabi, Rasul dan auliya’-Mu. 

3x اَللَّهُمَّ انْتَصِرْلَنَا اِنْتِصَارَكَ ِلأَحْبَابِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ . 

Allaahummantashir lanantishaaraka li-ahbaabi ka ‘alaa a’daa-ika (Dibaca 3 x).

Ya Allah! Menangkanlah kami, seperti kemenangan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu. 

3x اللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَمِنَّا, وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوبِنَا , 

Allaahumma laa tumakkinil a’daa-a fiinaa walaa minnaa, walaa tusallith-hum ‘alainaa bidzunuu-binaa (Dibaca 3 x).

Ya Allah! Jangan Engkau kokohkan para musuh pada kami dan dari kami dan jangan Engkau berikan kekuasaan pada mereka untuk menguasai kami disebabkan dosa-dosa kami. 

7x حم حم حم حم حم حم حم. حُمَّ اْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُونَ . 

Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haamiim, Haa-miim, Haa miim, Haa miim. Hummal-amru wa jaa-annashru fa’alainaa laa yunsharuun (7x). 

Haa miim (7x). Telah ditakdirkan suatu urusan dan telah datang pertolongan, sehingga mereka tidak mampu mengalahkan kami.

حمعسق حِمَايَتُنَا مِمَّا نَخَافُ, اَللَّهُمَّ بِحَقِّ طَهَ وَقَافِ, وَسُورَةِ اْلأَحْقَافِ, بِلُطْفِكَ يَاخَفِيَّ اْلأَلْطَافِ, نَجِّنَا مِمَّا نَخَافُ, 

Haa miim ‘aiin siin qaaf himaayatunaa mimmaa nakhaafu. Allaahumma bihaqqi thaahaa wa qaaf wa suuratil-ahqaaf, biluthfika yaa khafiyyal al-thaaf, najjinaa mimmaa nakhaaf. 

Haa miim ‘aiib siin qaaf adalah perlindungan kami dari apa saja yang kami takuti. Ya Allah! Berkat Thaha, Qaf dan surat al-Ahqaf, berkat kelemah-lembutan-Mu, wahai Yang Samar kelemah lembutannya, Selamatkan kami dari apa saja yang kami takuti. 

اللّهُمَّ قنِاَ شَرَّ اْلأَسْوَى, وَلاَ تَجْعَلْنَا مَحَلاًّ لِلْبَلْوَى, اللّهُمَّ أَعْطِنَا أَمَلَ الرَّجَاءِ وَ فَوْقَ اْلأَمَلِ, 

Allaahumma qinaa syarral aswaa, walaa taj’a-lnaa mahallan lilbalwaa. Allaahumma a’thinaa amalar-rajaa-i wafauqal amal. 

Ya Allah Lindungi kami dari kejahatan yang paling buruk dan jangan Engkau jadikan kami sebagai tempat sasaran balak-bencana. Ya Allah! Anugerahilah kami pengharapan dan di atas harapan. 

يَاهُوَ يَاهُوَ يَاهُوَ, يَامَنْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ نَسْئَلُكَ, إِلَهِى الْعَجَلَ الْعَجَلَ الْعَجَلَ, إِلَهِى اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ, 

Yaa huu, Yaa huu, Yaa huu, Yaa man bifadhlihii lifadhlihii nas-al, ilaahil’ajalal ‘ajal, ilaahil ijaabatal ijaabatal ijaabah. 

Wahai Dia, wahai Dia, wahai Dia! Wahai Dzat yang dengan kelebihan-Nya bagi kelebihan-Nya, kami memohon, wahai Tuhanku, segera (kabulkan), segera (kabulkan), segera (kabulkan). Tuhanku, semoga terkabul, semoga terkabul, semoga terkabul. 

يَامَنْ أَجَابَ نُوحًا فِى قَوْمِهِ, يَامَنْ نَصَرَ إِبْرَاهِيْمَ عَلَى أَعْدَائِهِ, يَامَنْ رَدَّ يُوسُفَ عَلَى يَعْقُوبَ, يَامَنْ كَشَفَ الضُّرَّ عَنْ أَيُّوبَ, يَامَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ زَكَرِيَّا, يَامَنْ قَبِلَ تَسْبِيْحَ يُونُسَ ابْنِ مَتَّى, 

Yaa man ajaaba nuuhan fii qaumih. Yaa man nashara Ibraahiima ‘alaa a’daa-ih. Yaa man radda yuusufa ‘alaa ya’quub. Yaa man kasyafadh-dhurru ‘an ayyuub. Yaa man ajaaba da’wata zakariyyaa. Yaa man qabila tasbiiha yuunusabni matta. 

Wahai Dzat Yang mengabulkan doa Nabi Nuh dalam masalah kaummnya. Wahai Tuhan Yang menolong Nabi Ibrahim atas para musuhnya. Wahai Tuhan Yang mengembalikan Nabi Yusuf kedalam pangkuan Nabi Ya’qub. Wahai Tuhan Yang menghilangkan penderitaan (bahaya) dari Nabi Ayyub. Wahai Tuhan Yang mengabulkan doa Nabi Zakariyya. Wahai Tuhan Yang menerima tasbihnya Nabi Yunus bin Matta. 

نَسْئَلُكَ اللَّهُمَّ بِأَسْرَارِ أَصْحَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَاتِ, أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَابِهِ دَعَوْنَا, وَأَنْ تَعْطِيَنَا مَاسَأَلْنَاكَ, أَنْجِزْ لَنَا وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ, بِالنَّصْرِ وَالظَّفَرِ وَالْفَتْحِ الْمُبِيْنَ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتَ مِنَ الظَّالِمِيْنَ, 

Nas-alukallaahumma bi-asraari ashhaabi haadzihid-da’awaatil musta-jaabaat, an tataqab-bala minnaa maa bihii da’aunaaka, wa an tu’thiyanaa maa sa-alnaaka, anjiz lanaa wa’dakalladzii wa’adtahuu li’ibaa-dikas-shaali-hiin, binnashri wazh-zhafari walfat-hil mubiin. Laa ilaaha illaa anta sub-haanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Kami memohon kepada Engkau, Ya Allah, dengan perantaraan berbagai rahasia para pendoa yang terkabul tersebut, kiranya Engkau menerima dari kami apa saja yang kami mintakan kepada-Mu dan kiranya Engkau memberikan kepada kami apa saja yang kami mohonkan kepada-Mu. Wujudkan untuk kami janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu yang shalih, janji berupa bantuan, pertolongan dan kemenangan yang gemilang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku sungguh termasuk golongan orang-orang yang zhalim.

3x إِنْقَطَعَتْ آمَالُنَا وَعِزَّتِكَ إلاَّ مِنْكَ, وَخَابَ رَجَاؤُنَا وَحَقِّكَ إلاَّ فِيْكَ 

Inqatha’at aamaalunaa wa’izzatika illaa minka, wakhaaba rajaa-unaa wahaqqika illaa fiika (3 x).

Terputus angan-angan kami, Demi Kemuliaan-Mu, selain yang berasal dari-Mu. Gagal harapan kami, Demi Hak-Mu, selain yang ada pada-Mu. 

إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةَ اْلأَرْحَامِ وَابْتَعَدَتْ * فَأَقْرَبُ الشَّيْئِ مِنَّاغـَارَةُ الَّلهِ 

In abtha-at ghaaratul arhaami wabta’adat * Fa-aqrabus-syai-i minna ghaaratullaah

Jika terlambat dan menjadi jauh pasukan kerabat, maka sesuatu yang paling dekat dari kami adalah pasukan Allah. 

يَاغَارَةَ اللهِ جِدِّى السَيْرَ مُسْرِعـَةً * فىِ حَلِّ عُقْدَتِنَا يَاغَـارَةَ اللهِ عَدَتِ الْعَـادُونَ وَجـــَارُوا * وَرَجــَوْنَا اللهَ مُجِــيْرًا وَكَــــفَى بِاللهِ وَلِـــيًّا * وَكَـــفَى بِاللهِ نَصِـيْرًا 

Yaa ghaaratallaahi jiddis-saira musri’atan * Fii halli ‘uqdatinaa yaa ghaaratallaah. ‘Adatil ‘aaduuna wajaaruu * Warajaunallaaha mujiiraa. Wakafaa billaahi waliyyaa * Wakafaa billaahi nashiiraa. 

Wahai Pasukan Allah, bergegas-gegaslah bergerak secara cepat, didalam mengurai tali simpul kami, wahai pasukan Allah Telah kembali dan berlari orang-orang yang kembali, dan kami berharap kepada Allah sebagai orang yang lari. Cukuplah Allah sebagai Pelindungku. Dan cukup Allah sebagai Penolongku. 

يَاوَاحِدُ يَاعَلِىُّ يَاحَلِيْمُ, وَحَسْبُنَا الَّلهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالَّلهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ, سَلاَمٌ عَلَى نُوحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ, إِسْتَجِبْ لَنَا آمِيْن آمِيْن آمِيْن. 

Yaa waahidu yaa ‘aliyyu yaa haliimu, hasbunallaahu wani’mal wakiil. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Salaamun ‘alaa nuhin fil ‘aalamiin. Istajib lanaa aamiin aamiin aamiin. 

Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Penyantun! Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera atas Nabi Nuh di alam semesta. Kabulkan doa kami. Amin. Amin. Amin 

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. وَصَلىَّ اللَّهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ, وَعَلَىآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. 

Faquthi’a daabiral qaumilladziina zhalamuu fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum, walham-dulillaahi rabbil ‘aalamiin. Wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin sayyidil mursaliin, wa’alaa aalihii washahbihii ajma’iin. 

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Sehingga jadilah mereka tidak diperlihatkan selain tempat-tempat tinggal mereka Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan rahma ta’zhim kepada junjungan kami, Muhammad yang menjadi penghulu para Rasul, beserta keluarga dan sahabatnya seluruhnya. 

اللّهُمَّ أَنْتَ تَعْلَمُ أَعْدَائَنَا عَدَدًا, فَبَدِّدْ شَمْلَهُمْ بِدَدًا, وَلاَ تُبْقِ مِنْهُمْ أَحَدًا, إِنَّكَ أَنْتَ الْبَاقِى سَرْمَدًا. 

Allaahumma anta ta’lamu a’daa-anaa ‘adadaa, fabaddid syamlahum bidadaa, wala tubqi minhum ahadaa, innaka antal baaqii sarmadaa. 

Ya Allah! Engkau mengetahui pusuh-musuh kami berbilang-bilang, cerai beraikan persatuan mereka dengan sungguh-sungguh dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorang pun, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal abadi. 

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ. فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا. 

Wamakaruu makran wamakarnaa makran wa hum laa yasy’uruun. Fanzhur kaifa kaana ‘aaqi-batu makrihim annaa dammarnaahum wa qauma-hum ajma’iin. Fatilka buyuutuhum khaawiyatan bimaa zhalamuu. 

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. (QS an-Naml : 50). 

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لاَ يُرَى إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ . 

Tudammiru kulla syai-in bi-amrirabbihaa fa-ashbahuu laa yuraa illaa masaakinuhum. 

Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. (QS al-Ahqaf : 25). 

فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ. وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا. فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. 

Fahal taraa lahum min baaqiyah. Wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruu-syihaa. Faquthi’a daabirul qaumilladziina zhalamuu walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. 

Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS al-Haaqqah : 8). Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (QS al-An’am : 45). 

PENJELASAN : 
----------------------------
Hizib di atas dibaca sekali atau tiga kali setelah sebelumnya didahului membaca hasbanah: Hasbunalloohu wa ni’mal wakiil sebanyak 450 x.
Jika menghadapi problem atau masalah yang serius, penting dan mendesak, Hizib di atas dapat dibaca sampai 41 kali, setelah sebelumnya membaca Hasbanah sepeerti di atas.
Demikian pula sewaktu menghadapi persoalan dan urusan sangat penting, serius dan mendesk, bacalah Hasbanah 100x, lalu membaca hizib Nashr 3x, lalu membaca Hasbanah lagi 100 x, diteruskan bacaan hizib 3 x. Begitu seterusnya sampai Hasbanah dibaca sebanyak 1000 x dan Hizib menjapai jumlah 30 x.
Sebelum mengamalkan hizib ini, hendaknya didahului dengan bacaan : 1) Istighfar, 2) Shalawat Nabi 
________________________________ *) 
Teks Doa diambil dari kitab asli berbahasa arab : "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan Prof. DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani

*Untuk Kalangan Sendiri