Sebagaimana yang disebutkan oleh Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani (q) dan banyak awliyaullah lainnya, dari Syarh Shalawat ad-Dardir al-`allamah as-Saawi, bahwa membaca shalawaat ini akan menghilangkan claustrophobia (fobia terhadap ruang tertutup) dan memberikan kemudahan bagi kalian di dalam kubur. Ia juga akan menghilangkan rasa takut terhadap malaikat Munkar dan Nakîr yang akan bertanya kepadanya.
Disebutkan pula bahwa barang siapa yang membaca shalawat ini sekali setiap hari Jumat, Nabi (s) akan menyertainya ketika ia meninggal dunia dan mengantarkannya ke kuburnya dan menguburkannya dengan tangan beliau sendiri yang penuh berkah!
Banyak awliyaullah yang mengatakan, "Barang siapa yang membacanya bahkan sekali pada hari Jumat, atau sejak Kamis malam dan seterusnya, Allah (swt) akan mengizinkan ruhnya untuk melihat Sang teladan bagi semua ruh (s)," bukan hanya ketika ruhnya meninggalkan tubuhnya, tetapi juga ketika ia dibawa ke kuburnya sampai ia akan menjumpai Nabi (s) yang akan mengurusnya di kuburnya itu.
Para Awliyaullah menganjurkan untuk terus membaca shalawat ini sepuluh kali setiap hari dan sekali pada malam Jumat, dan itu akan membawakan khayr al-jasiim, kebaikan yang tak terhingga bagi kalian. Di dalam kitab Fath ar-Rasuul juga dinyatakan bahwa barang siapa yang membacanya sepuluh kali setelah Isya akan diberi ganjaran seolah-olah ia telah membacanya sepanjang malam.
اللهم صل على سيدنا محمد النبي الأمي الحبيب العالي القدر العظيم الجاه وعلى آله وصحبه وسلم
Allâhumma shalli wa sallim wa bârik alâ Sayyidinâ Muhammadin an-Nabiyyi ‘l-Umiyy, al-Habîb al- liyya ‘l-Qadri ‘l-`Azhîmi ’l- jâhi, wa `alâ âlihi wa shahbihi wa sallim.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad (s), nabi yang ummi, yang dicintai, yang tertinggi, yang memiliki kekuasaan agung lagi mulia, dan kepada keluarga dan sahabatnya. Semoga Allah memberikan keberkahan dan keselamatan.
Friday, January 22, 2016
Shalawat utk Claustrophobia
Friday, January 15, 2016
Monday, December 21, 2015
Dua Nur
اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا , وَفِي سَمْعِي نُورًا , وَفِي بَصَرِي نُورًا , وَعَنْ يَمِينِي نُورًا , وَعَنْ شِمَالِي نُورًا , وَأَمَامِي نُورًا , وَخَلْفِي نُورًا , وَفَوْقِي نُورًا , وَتَحْتِي نُورًا , وَاجْعَلْ لِي نُورًا
( أَوْ قَالَ : وَاجْعَلْنِي نُورًا )
Allahummajal fi qalbi nuura, wa-fi basari nuura, wa-fi samee nuura, wa-ay-yameeni nuura, wa-ay-yasaari nuura, wa-fawqi nuura, wa-tahti nuura, wa-amaami nuura, wakhalfi nuura, wa fawqi nuura, wa tahti nuura, wa'jal li nuuraa
Translation:
"O Allah, place light in my heart, light in my tongue, light in my hearing, light in my sight, light behind me, light in front of me, light on my right, light on my left, light above me and light below me; place light in my sinew, in my flesh, in my blood, in my hair and in my skin; place light in my soul and make light abundant for me; make me light and grant me light." (Bukhari and Muslim)
Tuesday, October 13, 2015
Sayyidul dua
Sayyid ad-du`a Grandsyekh `Abdullah al-Fa’iz ad-Daghestani (q)
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)
London, Inggris
21 Januari 2012
Doa yang saya baca tadi ada di dalam Buku Awrad. Kalian bisa mendapatinya di dalam buku Awrad. Grandsyekh berkata bahwa doa yang baru dibaca tadi merupakan jantungnya semua doa dan setiap orang yang membacanya pada pagi hari dan sore hari, semua kesulitan di dalam kehidupannya akan hilang. Jika kalian terus membaca doa itu, kalian akan mendapatkan kehidupan yang baik, bukan kehidupan yang buruk. Bahkan dengan berbagai masalah di Lebanon, kami tidak pernah menjumpai hari yang buruk. Grandsyekh berkata, “Setiap orang yang bersamaku tidak akan mendapati hari yang buruk.” Hal ini berlaku untuk semua murid, ini adalah benar, dan ini diteruskan kepada Mawlana Syekh, tetapi mereka harus membaca doa ini dua kali sehari dan kalian dapat melihatnya di dalam buku Awrad.
Sayyid ad-du`a Grandsyekh:
Allâhumma ‘j`al awwala liqâina (atau yawmina, atau syahrina, atau majlisina) hadzâ shalâhan wa awsathahu falâhan wa akhirahu najâhan
Ya Allah, jadikanlah permulaan pertemuan kami (atau hari kami, atau bulan kami, atau majelis kami) kesalehan, dan pertengahannya kebahagiaan dan penghabisannya kesuksesan.
Allâhumma ‘j`al awwalahu rahmatan wa awsathahu ni`matan wa akhirahu takrîmatan wa maghfirah
Ya Allah, jadikanlah permulaannya rahmat dan pertengahannya nikmat dan penghabisannya kemuliaan dan ampunan.
Alhamdulillâhi ‘l-ladzî tawâdha`a kullu syay’in li`azhamatih wa dzalla kullu syay’in li `izzatih wa khada`a kullu syay’in li mulkihi wa ‘s-taslama kullu syay’in li qudratih
Segala puji bagi Allah (swt), yang segala sesuatu menjadi rendah di hadapan Keagungan-Nya dan segala sesuatu menjadi hina di hadapan Kemuliaan-Nya dan segala sesuatu menjadi tunduk di hadapan Kekuasaan-Nya dan segala sesuatu berserah atas Ketentuan-Nya.
Alhamdulillâhi ‘l-ladzî sakana kullu syay’in li-haybatihi wa azh-hara kullu syay’in bi-hikmatihi wa tashâghara kullu syay’in li-kibriyâ-ihi
Segala puji bagi Allah (swt), yang segala sesuatu menjadi mantap dengan Kehebatan-Nya dan segala sesuatu terlahir dengan Hikmah-Nya dan segala sesuatu menjadi kecil di hadapan Kebesaran-Nya.
Allâhumma ayqizhnâ fî ahabbi sâ`âti ilayka yâ Wadûd
Ya Allah, bangunkanlan kami di saat-saat yang mengantarkan kecintaan kepada Engkau, wahai Yang Maha Pencinta.
Yâ dzu'l-`arsyi ‘l-majîd fa`alun limâ yurîd hal atâka hadîtsu ‘l-junûd fira`awna wa tsamûd bali ‘L-ladzîna kafarû fî takdzîbin w’Allâhu min warâ’ihim muhîth, bal huwa qur’anun majîdun fî lawhin mahfûzh.
Wahai Yang mempunyai 'Arsy, lagi Maha Mulia, Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya. Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang, (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud? Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah (swt) mengepung mereka dari belakang mereka. Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur'an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. [Al-Buruuj, 85: 15-22]
Allâhumma ‘ghfir lî dzunûbî wa li-wâlidayya kamâ rabbayânî shaghîran wa li-jamî`i ‘l-mu’minîna wa ‘l-mu’minâti wa ‘l-muslimîna wa ‘l-muslimâti al-ahyâ’i minhum wa ‘l-amwât wa ‘ghfir lanâ wa li-ikhwâninâ ‘L-ladzîna sabaqûna bi ‘l-îmâni wa lâ taj`al fî qulûbina ghillan li ‘L-ladzîna âmanû rabbanâ innaka ra’ûfun rahîm yâ arhama ‘r-râhimîn
Ya Allah, ampunilah untukku, dosa-dosaku, dan untuk kedua orang tuaku, sebagaimana mereka berdua telah memeliharaku sewaktu kecil dan kepada seluruh orang Mukmin laki-laki dan Mukmin perempuan, dan seluruh orang Muslim laki-laki dan Muslim perempuan, yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, {Dan ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu daripada kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Wahai Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. [Al-Hasyir, 59:10]}
Allâhumma bi-jâhi habîbika ‘l-Mushthafâ wa rasûlika ‘l-Murtadhâ, wa bi-jâhi awliyâ’ika ‘l-kirâm wa bi-jâhi shahâbatihi ‘l-fikhâm, wa bi-jâhi Sulthân al-Awliyâ’ Sayyidî asy-Syaykh `Abdillâhi ‘l-Fâ’izi ‘d-Dâghistânî wa Sayyidî asy-Syaykh Muhammad Nâzhim ‘l-Haqqâni an lâ tada` fî majlisinâ hadzâ dzanban illa ghafartahu, wa lâ daynan illa qadhaytahu, wa lâ marîdhan illa syafaytahu, wa lâ hâjatan min hawâ`ij ad-dunyâ wa ‘l-âkhirat illa qadhaytahâ wa yassartahâ, Allâhumma yassir umûranâ w’aqdhi duyûnanâ, wa farrij humûmanâ wa farrij kurûbanâ wa tsabbit aqdâmanâ w’anshurnâ `alâ anfusinâ wa `alâ ‘l-qawmi ‘l-kâfirîn
Ya Allah, melalui kedudukan Kekasih-Mu, Nabi Yang Terpilih dan Rasul-Mu yang Kau ridai, dan melalui kedudukan para Awliya-Mu yang mulia, dan para sahabat-sahabatnya yang agung dan melalui kedudukan Sultan al-Awliya Sayyidi (Tuan kami) Syekh `Abdullah al-Fa’iz ad-Daghestani dan Sayyidi Syekh Muhammad Nazim al-Haqqani, janganlah Engkau tinggalkan di majelis kami satu dosa kecuali Engkau telah mengampuninya dan janganlah Kau tinggalkan utangnya kecuali Engkau telah lunaskan, dan janganlah Engkau biarkan sakitnya kecuali Engkau telah sembuhkan, dan tiada kebutuhan dunia dan akhirat kecuali telah Engkau penuhi, dan Kau mudahkan. Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami dan lunaskanlah segala utang kami dan hilangkanlah segala kesedihan kami dan hilangkanlah segala kekhawatiran kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami dalam menghadapi kaum yang kafir.
Allâhumma ‘syfinâ w ‘asyfi mardhânâ wa mardha ‘l-muslimîna wa `âfinâ wa `âfi mardhânâ wa mardha ‘l-muslimîna, wa taqabbal minnâ yâ Rabbanâ yâ Allâh wa amidanâ bi-`umurinâ li-idrak Shâhiba ‘z-Zamân Sayyidinâ Muhammad al-Mahdi `alayhi ‘s-salâm wa Sayyidinâ `Îsâ `alayhi ‘s-salâm, w‘arzuqnâ syafâ`ata ’n-Nabî al-Mushthâfâ `alayhi afdhala ‘sh-shalâti wa ‘s-salâm, w’aj`alnâ an narâhu fî ‘d-dunyâ wa fî ‘l-akhirati w’asqinâ min hawdhihi syarbatan hanî’attan marî’attan lâ nazhmâ’u ba`dahâ abada
Ya Allah sembuhkan kami dan sembuhkan orang-orang yang sakit di antara kami, dan sembuhkan sakitnya orang-orang Islam, dan sehatkan kami dan sehatkan orang-orang yang sakit di antara kami, dan sehatkan orang-orang Islam, dan terimalah kami wahai Tuhan kami, ya Allah, dan tolonglah kami dengan usia kami untuk menjumpai Pemilik Zaman, Sayyidina Muhammad al-Mahdi (a) dan Sayyidina `Isa (a), dan berikanlah rezeki kepada kami, syafaatnya Nabi al-Musthafa (atas beliau keutamaan shalawat dan salam) dan jadikanlah kami agar kami melihat beliau (s) di dunia dan di akhirat dan perkenankanlah kami minum dari telaganya, dengan minuman yang enak, segar, dan meninggalkan dahaga selama-lamanya.
Allâhumma innâ nas’aluka min khayri mâ sa’alaka minhu Sayyidinâ Muhammadin (s) wa nasta`idzuka min syarri mâsta`âdzaka minhu Sayyidinâ Muhammad (s) wa ‘l-hamdulillâhi Rabbi ‘l-`âlamîn. Rabbanâ taqabbal minnâ bi-hurmati man anzalta `alayhi sirri Sûratu ‘l-Fâtihah
Ya Allah, kami memohon kepada Engkau dari kebaikan sebagaimana yang pernah dimintakan oleh Nabi (s), dan kami mohon perlindungan dari keburukan sebagaimana yang pernah dimintakan oleh Nabi (s) dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Wahai Tuhan kami, terimalah permohonan kami dengan kemuliaan orang yang telah Engkau turunkan kepadanya rahasia Surat al-Fatihah.
Sunday, September 20, 2015
Shalawat sulthan
Alkisah ada seorang Sultan yang bernama Sultan Mahmud Al-Ghaznawi. Sepanjang hidupnya ia selalu menyibukkan dirinya dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad (s). Setiap selesai Shalat Subuh, ia membaca shalawat sebanyak 300.000 kali. Begitu asyiknya ia membaca shalawat sebanyak itu, seolah-olah ia lupa akan tugasnya sebagai seorang raja, yang di pundaknya tertumpu berbagai tugas negara dan berbagai macam harapan rakyatnya yang bergantung padanya; sehingga ketika pagi tiba, sudah banyak rakyatnya yang berkumpul di istana menunggu sang raja untuk mengadukan persoalannya.
Namun kerap kali sang raja yang ditunggu-tunggu tidak kunjung hadir sebab ia tidak akan keluar dari kamarnya—walau hari telah siang—jika belum menyelesaikan wirid shalawatnya. Setelah kejadian ini berlangsung agak lama, pada suatu malam ia bermimpi bertemu dengan Rasulullah (s). Di dalam mimpinya, Rasulullah (s) bertanya, “Mengapa engkau berlama-lama di dalam kamar sedangkan rakyatmu selalu menunggu kehadiranmu untuk mengadukan berbagai persoalan mereka?” Raja menjawab, “Aku duduk berlama-lama begitu, tak lain karena aku membaca shalawat kepadamu sebanyak 300.000 kali, dan aku berjanji tidak akan keluar kamar sebelum bacaan shalawatku selesai.”
Rasulullah (s) lalu berkata, “Kalau begitu kasihan orang-orang yang mempunyai keperluan dan orang-orang lemah yang memerlukan perhatianmu. Sekarang aku akan ajarkan kepadamu shalawat yang bila engkau baca sekali saja, maka nilai pahalanya sama dengan bacaan 100.000 kali shalawat. Jadi kalau engkau baca tiga kali, pahalanya sama dengan 300.000 kali shalawat yang kau baca.” Rasulullah (s) lalu membacakan lafazh shalawat yang kemudian dikenal dengan nama Shalawat Sulthan.
Akhirnya, Sultan Mahmud lalu mengikuti anjuran Rasulullah (s) tersebut, yaitu membaca shalawat tadi sebanyak “TIGA KALI”.
Dengan cara demikian,shalawat dapat beliau baca dan urusan negara dapat dijalankan dengan sempurna.
Setelah beberapa waktu mengamalkan shalawat itu, raja kembali bermimpi bertemu Rasulullah (s). Kemudian Rasulullah (s) bertanya kepadanya, “Apa yang kau lakukan, sehingga malaikat kewalahan menuliskan pahala amalmu?” Raja menjawab, “Aku tidak mengamalkan sesuatu, kecuali mengamalkan shalawat yang engkau ajarkan kepadaku itu.”
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَحْمَةِ الله
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ فَضْلِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ خَلْقِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا فِى عِلْمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَرَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ حُرُوْفِ كَلاَمِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ كَلِمَاتِ اللهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ قَطْرِ اْلاَمْطَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ وَرَقِ اْلاَشْجَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ رَمْلِ اْلقِفَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اْلحُبُوبِ وَ اْلثِمَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَا اَظْلَمَ عَلَيْهِ اللَّيْلِ وَ اَشْرَقَ عَلَيْهِ النَّهَارِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ صَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ مَنْ لَمْ يُصَلَّ عَلَيْهِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ اَنْفَاسِ اْلخَلْقِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ بِعَدَدِ لُجُُوْمِ السَمَوَاتَََِ
اَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد بِعَدَدِ كُلٍَّ شَىْءٍ فِى الدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ
وَصَلَوَاتُ اللهِ وَ مَلاَءِكَتَهُ وَ اَنْبِيَاءِهِ وَ رُسُلِهِ وَ جَمِيْعِ خَلْقِهِ عَلَى سَيِّدِ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اِمَامِ اْلمُتَّقِيْنَ
وَ قَاءِدِ غُرِّ اْلمُحَجِّلِيْنَ وَ شَفِيْعِ اْلمُذْنِبِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ اصْحَابِهِ وَ اَزْوَاجِهِ
وَ ذُرِّيَتِهِ وَ اَهْلِ بَيْتِهِ وَ اْلاَءِمَّةِ اْلمَضِيِّيْنَ وَ اْلمَشَاءِخِ اْلمُتَقَدِّمِيْنَ وَ الشُّهَدَاءِ وَ الصَّالِحِيْنَ
وَ اَهْلِ طَاعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ مِنْ اَهْلِ السَّمَوَاتِ وَ اْلاَرَضِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
وَ يَا اَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَ اْلحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلِّمْ
Bismillaahi ‘r-Rahmaani ‘r-Rahiim
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI RAHMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI FADHLILLAH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KHOLQILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA FI ILMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KAROMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HURUFI KALAMILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KALIMATILLAH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI QOTHRIL AMTHOR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI WAROQIL ASYJAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ROMLIL QIFAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI HUBUBI WA TSIMAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAA ADHLAMA ALAIHIL LAIL W ASYROQ ALAIHIN NAHAR.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN SHOLA ALAIH
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI MAN LAM YUSHOLLI ALAIH.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI ANFASIL KHOLQ.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI NUJUMIS SAMAAWAT.
ALLAHUMA SHOLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALAA ALII SAYYIDINA MUHAMMAD BI ‘ADAADI KULLI SAIY,IN FID DUNYA WAL AKHIRAH.
SHOLAWATULLAHI WA MALAIKATIHI WA ANBIYAIHI WA RUSULHI WA JAMI’I KHOLQIHI ALA SAYYIDIL MURSALIN WA IMAMIL MUTTAQIN WA QOIDIL GHURIL MUHAJJALIN WA SYAFI’IL MUDZNIBIIN SAYYIIDINA MUHAMMADIN WA ALAA ALIHI WA SHAABIHI WA AZWAJIHI WA DZURRIYATIHI WA AHLI BAITIHI WAL A'IMMATIL MAADHIYYIN WA MASYAIKHIL MUTAQODDIMIN WA SHUHADA’I WAS SHOLIHIN WA AHLI THOATIKA AJMAIN MIN AHLI SAMAAWATI WAL ARDHIYN BI ROHMATIKA YA ARHAMARROHIMIN WA YAA AKROMAL AKROMIN WALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIIN
WA SHOLLA ALLAHU ALA SAYYIDINA MUHAMADIN WA ALAA ALIHI WA SHOHBIHI WA SALLAM..
“Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah rahmatnya Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah keutamaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah ciptaan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa-apa yang ada dalam pengetahuan Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kemuliaan dari Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah huruf Kalamullah (Kitab-Kitab Allah).
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah kalimat Allah.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak tetesan air hujan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah daun-daun pepohonan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah butir pasir di gurun.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah biji-bijian dan buah-buahan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah yang dinaungi kegelapan malam dan diterangi oleh benderang siang.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang telah bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah orang yang belum bershalawat kepadanya.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah napas-napas makhluk ciptaan.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah apa yang ada di seluruh langit.
Ya Allah limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarganya sebanyak jumlah tiap-tiap sesuatu yang ada di dalam dunia dan akhirat.
Dan segenap shalawat dari Allah beserta para malaikat-Nya, dan para Nabi-Nya, dan para Rasul-Nya, dan seluruh ciptaan-Nya, semoga tercurah atas junjungan para Rasul, pemimpin orang-orang yang bertaqwa, pemuka para ahli surga, pemberi syafa’at orang-orang yang berdosa, Nabi Muhammad dan juga atas keluarganya, para sahabatnya, istri-istrinya, keturunannya, ahli baitnya, para pemimpin yang telah lampau, para guru yang terdahulu, para syuhada dan orang-orang soleh, dan yang senantiasa taat kepada Allah seluruhnya, dari penghuni bumi dan langit, dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang, dan Engkau Yang Maha Mulia dari semua yang mulia, segala pujian bagi Allah Tuhan alam semesta. Dan shalawat serta salam atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”
Saturday, September 19, 2015
Awrad Dzulhijah
Ini adalah sepuluh hari pengabdian yang terbaik! Siang dan malam marilah kita ucapkan,
"La ilaha illa-Llah Muhammadun Rasuulullah alayha nahya wa alayha namuut wa `alayha nalqallah.
Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad (s) adalah Utusan Allah! Aku hidup atasnya, dan aku mati atasnya dan bertemu Allah (swt)!"
Barang siapa yang berpuasa pada Hari Arafat [tahun ini jatuh pada hari Rabu, 23 September], seluruh dosanya akan diampuni!
~Shaykh Nazim Adil an-Naqshbandi
Instagram.com/Mawlana.Shaykh.Nazim
Tuesday, September 1, 2015
Du a min hizbul azham
Alhamdulillah, Mawlana Shaykh Nazim tercinta (qaddas Allahu sirrahu) menganjurkan kita untuk membaca doa dari Hizb al-`Azham ini setiap hari:
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَعَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ اجْعَلْ سَرِيرَتِي خَيْرًا مِنْ عَلَانِيَتِي وَاجْعَلْ عَلَانِيَتِي صَالِحَةً
Allahummaj`al sariiratii khayran min `alaaniyyatii waj `al `alaaniyyatii shaalihah
Ya Allah, jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku dan jadikanlah yang tampak dariku itu baik. (Tirmidzi)
Jika kita membaca doa ini, apakah Allah akan menerimanya? Ya, sebagaimana firman-Nya,
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Berdoalah kepadaku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Surah Ghafir, 40:60)
Instagram.com/DrNourKabbani
#SNKUSA15 #SNKCanada #SNKUK15