Friday, November 29, 2019

Wirid Sakran

Silisilah beliau adalah Sayyidinal Imam Abu Bakar As-Sakran bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman As-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghoyur bin Al-Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Khali' Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa Ar-Rumi bin Muhammad An-Naqib bin Ali Al-'Uraidhi bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Siti Fatimah Az-Zahro binti Muhammad SAW. 


Ia wafat di tarim pada tahun 821 H, salah satu peninggalannya yang sampai kini selalu dibaca adalah wirid sakran. wirid sakran sendiri memiliki banyak sekali manfaat dan kegunaan yaitu untuk melindungi dan membentengi kita dari segala macam gangguan dan tipuan musuh musuh kita dari berbagai jenis makhluk baik jin maupun manusia. sehingga jenis gangguan jin seperti sihir dan lain sebagainya tidak akan mempan jika kita selalu membaca wirid sakran ini. wirid ini sangat ampuh dan selalu diamalkan oleh para salafunassoleh hingga sampai sekrang masih terus dibaca dimana mana. untuk itu langsung saja berikut ini teks bacaan wirid sakran beserta arti/terjemahan bahasa indonesianya . . . 






بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. اللّهُمَّ إِنِّى أَحْتَطْتُ بِدَرْبِ اللهِ, طُولُهُ مَاشَاءَ اللهُ, قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ, صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, سَقْفُهُ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ,

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alloohumma inni ahtath-tu bidarbillaah, thuuluhuu maa syaa-Allooh, qufluhuu laa ilaaha illallooh, baabuhuu muhammadur-rasuulullooh shallalloohu ‘alaihi wasallam, saqfuhuu laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

أَحاط بِنَا مِنْ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ .مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ. (3 × )

Ahaatha binaa min : Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar-rahmaanir-rahiim, maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinas-shiraathal mustaqiim. Shiraathalladziina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh-dhaalliin. (Dibaca 3 x)

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ, لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَ لاَ نَوْمٌ, لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ, مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ, يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ, وَ لاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ, وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ, وَ لاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta’khudzuhuu sinatun walaa nauum. Lahuu maa fis-samaawaati wamaa fil ardhi, man dzalladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih. Ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaa syaa-a, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardha walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.


بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُولِ بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ, مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُورٍ, وَحَذَرٍ مَحْذُورٍ, وَ مِنْ جَمِيْعِ الشُّرُورِ, تَتَرَّسْنَا بِاللهِ (3×) مِنْ عَدُوِّنَا وَعَدُوِّ الله, مِنْ سَاقِ عَرْشِ اللهِ, إِلَى قَاعِ أَرْضِ الله, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ  بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ, صَنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

Binastadaarat kamastadaaratil malaa-ikatu bi madiinatir-rasuuli bilaa khandaqin walaa suurin, min kulli qadarin maqduurin, wahadzarin mahdzuurin. wamin jamii’is-syuruur. Tatarrasnaa billaahi (dibaca 3 x). Min ‘aduwwinaa wa’aduw-willaah, min saaqi ‘arsyillaah, ilaa qaa’i ardhillaah, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. ‘Aziimatuhuu laa tansyaqqu bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Shan’atuhuu laa tanfa’u bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.

اَللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِى بِسُوءٍ مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ وَالْوُحُوشِ مِنْ بَشَرٍ أَوْشَيْطَانٍ أَوْسُلْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ, فَارْدُدْ نَظَرَهُمْ  فِى انْتِكَاسٍ, وَقُلُوبِهِمْ فِى وَسْوَاسٍ, وَ أَيْدِيْهِمْ فِى إِفْلاَسٍ, وَأَوْبِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَى الرَّأْسِ, لاَ فِى سَهْلٍ يَجْدَعُ, وَلاَ فِى جَبَلٍ يَطْلَعُ, بِمِائَةِ اَلْفِ اَلْفِ اَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.


Alloohumma in ahadun araadanii bisuu-in minal jinni wal insi wal wuhuusyi, min basyarin au syaithaanin au sulthaanin au waswaasin, fardud nazharahum fintikaasin, waquluubuhum fii waswaasin, wa aidiyahum fii iflasin, wa aubiqhum minar-rijli ilar-ra’si, laa fii sahlin yajda’u, walaa fii jabalin yathla’u, bimi-ati alfi alfi alfi laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim.  Washallalloohu ‘alaa sayyidinaa muham-madin wa aalihii washahbihii wasallam.





Semoga bacaan wirid sakran diatas bermanfaat dalam menjaga keselamatan kita semua dan senantiasa kita baca dan amalkan setiap harinya agar terlindung dari perbuatan jahat musuh musuh kita. 

Monday, November 18, 2019

Bacaan sebelum tidur Azzumar 53

BACALAH AYAT INI SEBELUM TIDUR 

Ketika kalian melakukan suatu perbuatan baik, hasanah, ia akan segera dicatat untuk kalian (oleh malaikat di dalam buku catatan amal kalian), tetapi bila kalian melakukan suatu kesalahan, Allah memberi kesempatan untuk bertobat bagi kalian selama 24 jam, sebelum perbuatan itu dicatat, jadi kita membaca ayat ini: 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Qul yaa `ibaadiya ‘l-ladziina asrafuu `alaa anfusihim laa taqnathuu min rahmati’l-Laahi inna ‘l-Laaha yaghfiru ‘dz-dzunuuba jamii`an innahu huwa ‘l-ghafuuru ‘r-rahiim

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri!  Janganlah kamu berputus asa terhadap rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sungguh Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Az-Zumar, 39:53)

Masya'Allah, barang siapa yang membaca ayat ini sebelum tidur, selama 24 jam segala sesuatu akan diubah menjadi empat ribu hasanah pada setiap huruf dari ayat tersebut!  

~Shaykh Hisham Kabbani ❤️

Instagram.com/Sufilive

Thursday, November 14, 2019

Doa pagi dan sore

Allah (swt) berfirman di dalam al-Qur'an Suci, dalam Surat al-Hadid, 

*"wa Huwa ma`akum ayna maa kuntum"* 
_"Dia bersamamu, di mana pun engkau berada."_

Dia berfirman, "Aku bersamamu, wahai hamba-hamba-Ku," tetapi kalian bersama siapa?
Apa yang akan kalian katakan kepada Tuhan kalian adalah penting pada saat itu.  Jika kalian mengatakan, "Wahai Tuhanku, aku bersama-Mu."  Setiap kali aku bangun tidur, aku berdoa, *"Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaahi wahidul qahhar."*  
_"Kami telah memasuki waktu pagi ini dan di pagi hari ini segala Kerajaan tetap milik  Allah (swt) Yang Mahasatu dan Mahaperkasa."_

"Yaa Rabbii, jadikan hari ini sebagai hari yang baik bagi kami.  Jadikan hari ini hari yang baik untuk keluargaku, jagalah diriku agar senantiasa berada dalam Sunnah Rasulullah (saw), jadikanlah aku sebagai hamba yang taat wahai Tuhanku, karena ketika malam tiba, aku tidak tahu apa yang akan terjadi.  Mungkin saja aku dalam keadaan terbungkus (kain kafan) dan dikuburkan.  Wahai Tuhanku, terimalah aku."  

Dan ketika malam tiba, kalian mengatakan, *"Amsainaa wa amsal mulku lillaahi lillaahi wahidul qahhar."*  
_"Kami telah memasuki waktu sore, dan sore ini segala Kerajaan tetap milik Allah (swt) Yang Mahasatu lagi Mahaperkasa."_
"Yaa Rabbii, jadikanlah kami sebagai orang yang senantiasa berzikir."  Mengingat Allah (swt), dalam agama kalian, dalam perbuatan kalian dalam pikiran kalian dan gagasan kalian.  Allah (swt) haruslah menjadi Yang menjadi teman kalian.  
Waliyullaah adalah temannya Allah. Teman adalah orang yang selalu kalian tuju.  

Lihatlah ini, *"Fafirruu ilallaah"* _"Kembalilah kepada Allah."_
  
Ketika kalian perlu mengatakan sesuatu, jangan katakan kepada orang lain dan mulai mengeluh.  Hadapkan wajah kalian kepada Allah (swt) dan angkat tangan kalian, dan berdoalah, *"Yaa Rabbii, Engkau tahu apa yang terjadi padaku, tolonglah aku, aku memerlukan dukungan-Mu.  Jadikanlah aku orang yang baik.  Jadikanlah aku berada pada Sunnah Rasulullah (saw).  Janganlah Engkau masukkan kami ke dalam ahlul bid'ah, jangan masukkan aku ke dalam ahlul Syirik, janganlah Engkau jadikan aku bagian dari mereka.  Jadikanlah aku sebagai ahlul tauhid, yang hanya melihat pada-Mu, tidak pada yang lainnya."*  Itulah kondisi puncak seorang Muslim, yaitu ketika ia melihat segala sesuatunya di dunia ini sebagai perwujudan Asmaul Husna wal Sifaat Allah (swt)  

Dr. Nour Mohamad Kabbani

Tuesday, October 29, 2019

Ijazah anti sihir

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani memberikan ijazah untuk semua murid, muhib dan jemaah pada umumnya sebuah amalan untuk perlindungan dari sihir, yakni dengan membaca Surat Al-Fath (48:1-2) dilanjutkan dengan Surat an-Naml (27:30) dan dibaca 7 kali setiap bakda shalat maktubah (shalat 5 waktu).

Monday, October 28, 2019

Wirid Usaha

Bismillahirahmanirrahiim 1001x
Yaa Allaah Yaa Muhammad 1000x
Laa tudrikuhul abshoru wa yudrikuhuk abshoro wa huwal lathiful khabir 70x
Ala wahjubanni min aduwwin
Wa Dzdzalimi bi haqqi  samaakhin Asmakhin salmatin samat 25x
Allahuma shali wa salim ala sayyidina muhammad 100x

Kyai Shohib Ismail

Sunday, October 13, 2019

Perlindungan



Sultan al-Awliya Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani

Lefke, Siprus, 21 Desember 2012


"Subhaana ‘Lladzi yusabbihu ‘r-Ra`du bi-hamdihi wa ‘l-mala'ikatu min khiifatihi wa Huwa `ala kullu syay'in Qadiir."  Sayyidina Abbas (r) berkata, “Barang siapa yang mengucapkan ini dan sesuatu terjadi padanya, aku akan bertanggung jawab atas penebusan (hukumannya).”  Oleh sebab itu, bacalah berulang-ulang setiap waktu. "Subhaana ‘Lladzi yusabbihu ‘r-Ra`du bi-hamdihi wa ‘l-mala'ikatu min khiifatihi wa Huwa `ala kullu syay'in Qadiir." 

Wahai Tuhan kami, curahkanlah rahmat-Mu kepada kami.  Lindungilah kami, jika sesuatu terjadi pada kami atau di sekeliling kami, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-Mu yang lemah.  Orang-orang tidak tahu apa-apa tentang agama mereka dan oleh sebab itu, hujan turun pada mereka, bukannya hujan rahmat, melainkan hujan pertanda kemurkaan dari langit.  Allah Ya Rabbi.... ampunilah kami dan maafkanlah kami, dan terimalah tobat kami, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-Mu yang lemah, kami juga lalai wahai Tuhan kami, kirimkanlah kepada kami orang yang dapat menunjukkan jalan bagi pengabdian kami, wahai Tuhan kami.  Tawba Ya Rabbii, tawba Ya Rabbii, tawba, astaghfirullah.

Wahai hamba-hamba Tuhan, tinggalkan apa yang tak bermakna, dan berjalanlah di jalur menuju Jalan Surgawi.  Daripada berkumpul dan berteriak-teriak di jalan, tinggalkan ini dan masuklah ke rumah-rumah Allah (swt).  Masjid adalah rumah Allah.  Berkumpullah di masjid dan memohonlah, berdoalah agar rahmat turun pada kalian.  Apa urusan kalian di jalan-jalan?  Kepada siapa kalian berteriak-teriak?  Kalian berseru pada yang tidak mempunyai kehidupan.  Pergilah ke masjid dan berzikir, mintalah dan menangislah… menangislah!  Dan berdoalah kepada Tuhan kalian, agar Dia (swt) mengubah situasi ini menjadi situasi yang lain.

Ya Muhawwili Al Hawl ila Al Hal.  Ubahlah situasi kami menjadi situasi terbaik, wahai Tuhan kami.  Kami adalah hamba-hamba-Mu yang lemah, bantulah kesulitan kami, demi Nabi-Mu al-Musthafa (s).  Dan demi semua orang yang mempunyai kehormatan.  Yaa Mawlay, Yaa Rabbana, Subhana Allah wa ‘l-hamdulillah wa la ilaha illa Allah, wa Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahi ‘l-Hamd.  Fatiha.

"Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka." (9:67) Ayat suci.  Mereka melupakan Allah (swt).  Mereka melupakan Tuhan mereka dan Allah (swt) melupakan mereka.  Orang-orang yang lupa, mereka telah meninggalkan Tuhan mereka.  Tuhan mereka pun meninggalkan mereka.

Wahai bangsa Mesir, gunakan pikiran kalian, pemahaman kalian, iman kalian, pengabdian kalian.  Berikan pengabdian dan Allah (swt) akan mengurus segala keperluan kalian di dunia dan janji al-Haqq (swt) adalah mengaruniai Surga.  "Inna ‘l-ladziina aamanu wa `amilu ‘sh-shalihaati kaanat lahum jannatu ‘l-firdawsi nuzulan" (18:107) "Khaalidiina fiihaa laa yabghuuna `anhaa hiwalaa" (18:108) Tidak ada seorang pun pada saat itu yang akan mengatakan bahwa, “Aku sudah jenuh!”  Tidak, Hasya!  Selamanya!  Selamanya!  Pada saat itu tidak ada yang mengatakan, “Aku sudah bosan!” Tidak. 
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal dan mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (18:107-108)

Lebih banyak lagi!  Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kami lebih banyak lagi!  Karuniakanlah kepada kami dari Kemurahan-Mu!  Mintalah lebih banyak kepada Allah (swt), Tuhan kalian.  Apa yang ada di dunia?  Sekarang kalian hidup, besok kalian tiada, wahai manusia!  Tinggalkan bisikan Setan dan datanglah, datanglah, terimalah ajaran Nabi (s). Wahai bangsa Mesir, kalian mengikuti ajaran Setan!  Kalian, kalian semua adalah para cendikiawan, mengapa?  Tinggalkan Setan, tinggalkan jalannya Setan, dan kembalilah pada Tuhan kalian, Subhana Allah! Subhana Allah!  Kami bukan orang Arab, kami masih dimaklumi bila melakukan kesalahan, tetapi kalian tahu, al-Qur’an yang agung, kitab itu berbahasa Arab tetapi kalian menentangnya!  Hukuman kalian akan berlipat ganda, Allah! 

Shafar Al-Khayr, wahai Tuhan kami!  Ampunilah kelemahan kami.  Ampunilah kesulitan kami, khususnya bulan ini.  Shafar al-khayr adalah bulan terberat di dalam setahun.  Jika mereka tidak kembali kepada Islam, tidak ada kehidupan bagi mereka.  Sebuah ungkapan bahasa Arab mengatakan, "Tidak ada kehidupan bagi yang kalian panggil.”  Kalian akan seperti orang-orang yang dilupakan.  Tawba Ya Rabbii!  Bertobatlah kepada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir!  Dan mintalah siapa yang akan menjadi baik untuk kehidupan kalian dan juga siapa yang akan memberi syafaat bagi kalian di Akhirat.  Mintalah kepada Allah agar diberikan seorang Sultan, sebagaimana Nabi (s) bersabda, “Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  Di mana Sultan kalian?  Kalian mengumpulkan dari pasar dari orang-orang biasa untuk menjadi Sultan bagi kalian, tidak!  Tidak!  Apa yang telah dikaruniai Allah sejak awal hingga akhir, adalah seorang Sultan.  Mintalah agar diberikan seorang Sultan.

Seorang Sultan, sebagaimana sabda Nabi (s), “Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  “Taatilah Allah, taati Nabi dan orang-orang yang mempunyai otoritas di antara kalian." (4:59)  Mereka yang memerintah kalian, “bayangan Allah” adalah Sultan.  Allahu Akbar! Tawba Ya Rabbi, tawba Ya Rabbi, tawba astaghfirullah.

Gunakan pikiran kalian, wahai bangsa Mesir.  Jangan menjadi mabuk atau tidak peduli.  Tidak terhormat bagi bangsa Mesir untuk tidak peduli dan menolak kebenaran dari Islam.  Kebenaran dari Islam dan petunjuknya, bagaimana seharusnya seseorang hidup.  “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (96:5)  Dia mengajari mereka.  Mereka belajar dari Allah...dari Nabi (s).  Tetapi orang-orang, mereka menyerangnya dan berkata, “demokrasi.”   Kalian mengikuti Setan dan jalannya, “sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.” (6:21) “Innahu La Yuflihu” (6:21) Kembalilah kepada kalam Al Haqq.  Ambillah seorang Sultan, karena “sesungguhnya Sultan adalah bayangan Allah (swt) di bumi.”  Itu artinya ia didukung, didukung dan dimuliakan.  Allah membusanai Sultan itu dengan busana kejayaan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keberanian.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keutamaan.  Dia (swt) membusanainya dengan keakraban.  Dia (swt) membusanainya dengan busana pengampunan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana keadilan.  Dia (swt) membusanainya dengan busana kedermawanan.

Ketika seorang Sultan datang, semua yang berasal darinya adalah kebaikan dan kemenangan.  Menang dengan keberkahan Sultan.  Tidak ada orang yang menjadi Sultan lalu tidak meninggalkan apa-apa, tidak pernah seperti itu!  Tetapi orang-orang biasa, apa yang dapat mereka berikan kepada kalian?  Mereka tidak mempunyai apa-apa untuk diberikan.  Allah (swt) memberi melalui Kesultanan-Nya, dari Sifat Surgawi seorang Sultan.  Dia (swt) memberi kekuatan kepada Sultan.  Dia (swt) membusanai mereka dengan kejayaan.  Dia (swt) membusanainya dengan kedermawanan, pengampunan, dan dengan busana keadilan.  Membusanai mereka dengan segala sesuatu yang orang inginkan.  Dia (swt) membusanai mereka dengan rahmat di dalam hatinya dan dengan pengampunan.  Allahu Akbar!

Wahai bangsa Mesir, kalian hidup di tanah yang kaya dengan pengetahuan tentang Islam.  Kalian adalah negeri yang paling terkenal dengan ilmu dan ulamanya, karena mereka mengetahui dan memahami kitab suci al-Qur’an—di mana kebanyakan orang tidak memahaminya.  Masya'Allah!  Allah memberi kalian beberapa atribut yang dengannya Allah memuji kalian.  Allah memuji kalian, Tuhan kita… Di dalam kisah Sayyidina Yusuf (a), mereka membawanya dari negeri Kanan ke Mesir untuk mengajari mereka bagaimana beribadah kepada Tuhannya.  Bagaimana seharusnya atribut pengabdian kepada Tuhan. 

Sungguh sayang bagi bangsa Mesir, para penindas menjadikan mereka tidak peduli!  Mereka tidak peduli sehingga kejahatan sang penindas menjadi tidak jelas bagi mereka, dan orang-orang berpikir bahwa mereka melakukan yang lebih baik bersamanya, tidak, tidak pernah! Para penindas itu buruk bagi rakyat dan mereka menempatkan rakyat di bawah kaki mereka.  Apa yang memberimu hak, wahai putri?  Dengan hak apa?  Pada Hari Kiamat kalian akan berada dalam penderitaan dan Allah (swt), Kekasih-Nya mengajarkan kepada kita, “Jika sesuatu tidak berada di tangan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”  Siapakah orang-orang yang ahli?  Kalian membawa orang dari pasar untuk dijadikan Sultan bagi kalian?  Segala sesuatu mempunyai asal-usulnya.  Kembalikan pada yang berhak.  Nabi (s) memberi kabar mengenai hal ini, “Berikan semua orang hak-hak mereka.”  Mereka mengambil hak Raja-Raja dan menyingkirkannya, sehingga Allah menghukum mereka dengan hukuman ini.

Bertobatlah pada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir!  Kami bukan bangsa Arab, kami melihat situasi kalian karena kalian adalah orang-orang yang berilmu dan raja-raja kalian terkenal untuk kedermawanannya dan melayani dengan adab yang baik bagi hamba-hamba Tuhan.  Dan mereka dibusanai dengan busana kemuliaan.  Para penindas menyingkirkan mereka tetapi kalian masih belum mengerti juga apa yang dilakukan oleh para penindas ini terhadap kalian.  Dimulai setelah Raja, Raja Faruq, beliau adalah seorang Raja yang besar, Sultan yang agung.  Tetapi mereka menyingkirkannya dan Allah (swt) mengirimkan penderitaan kepada mereka semua. 

Bertobatlah kepada Tuhan kalian, wahai bangsa Mesir, agar Allah (swt) mengirimkan kembali sang Raja kepada kalian.  Raja Mesir, yang harta kekayaannya… harta kekayaan Mesir setara dengan harta kekayaan dari 7 negeri.  Tetapi kini, kalian menjadi pengemis.  Apakah ini pantas bagi bangsa Mesir, untuk turun ke jalan-jalan dan berteriak-teriak seperti binatang?  Memangnya kalian ada di mana?  Di hutan?  Apa ini?  Memalukan!  Khususnya kaum wanita mereka.  Allah (swt) memerintahkan kepada mereka, “Tinggallah di rumah-rumah kalian dan jangan memperlihatkan diri kalian seperti pada zaman jahiliah dahulu.” (33:33)

Di mana ulama-ulama kalian untuk mengingatkan mereka?  Ingatkan mereka, “Wa dzakkir fa'inna adz-dzikra tanfa`u ‘l-mu'minina” (51:55) Kami mengingatkan mereka.  Semoga Allah (swt) mengampuni saya dan mengampuni kalian.  Tawba Yaa Rabbii. Fatiha.

http://sufilive.com/Recite_this_Holy_Verse_for_Protection-4739.html

© Copyright 2012 Sufilive. All rights reserved. This transcript is protected

by international copyright law. Please attribute Sufilive when sharing it. JazakAllahu khayr.

Tuesday, September 24, 2019

Perlindungan dari setan

Mursyid kita, Mawlana Syekh Nazim (q) mengajarkan kepada kita untuk membaca zikir ini.  Ketika beliau sakit, beliau mengatakan bahwa beliau memasuki khalwat dan Mereka membukakan kepadanya doa ini, tasbih ini,

Subhanim Allah, Sulthanim Allah, Nabim Muhammad Alayhi 's-Salam
Subhanim Allah, Sulthanim Allah, Nabim Muhammad Alayhi 's-Salam
Subhanim Allah, Sulthanim Allah, Nabim Muhammad Alayhi 's-Salam

Beliau mengatakan, "Doa ini sudah cukup untuk melindungi setiap orang di antara kita dari Setan."  Ketika kita sedang melakukan sesuatu, kemudian kalian merasakan bahwa Setan mendatangi kalian, yang kalian perlukan adalah membaca, "Subhanim Allah (Subhan-ku adalah Allah), Sulthanim Allah (Sultan-ku adalah Allah), Nabim Muhammad (Nabiku adalah Muhammad) Alayhi 's-Salam."

Mawlana mengatakan bahwa jika kalian membacanya, kalian akan dilindungi dari segala bisikan Setan, di mana pun kalian berada.  Jadi bila kita mendapati diri kita dalam keadaan kufur, dikelilingi oleh ketidakpatuhan kepada Allah `azza wa jalla, maka bacalah doa ini.

~ dr.Nour Mohamad Kabbani

*Untuk Kalangan Sendiri