Monday, August 23, 2021

Awrad Khusus

Naqshbandi Haqqani Indonesia:
Awrad Khusus dari Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani (q) 
Bagian 1

Tafakkur fii layl (تفكر في الليل), sababu himaayatil `abd (سبب الحماية العبد), tafakur/meditasi di malam hari, ketika orang-orang sedang tidur menjadi sebab bagi perlindungan seorang hamba, dan ia akan melindungi kalian dari syirik dan kufur hingga pagi harinya.

Jadi ketika kalian bangun untuk qiyamul lail, kita tahu bahwa kita ini `aajiz (عاجز), tidak berdaya untuk bangun, tetapi man tasyabbaha bi qawmin fahuwa minhum (من تشبه بقوم فهو منهم), barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka. (Abu Dawuud), dan innamal a`maalu bi 'n-niyyaat (إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ), jika niat kalian baik maka segalanya akan menjadi baik bahkan jika kalian tidak mampu melakukannya.  

Jadi tafakur itu pertama akan melindungi kalian, dan menyelamatkan kalian dari hal-hal yang berat di siang harinya.  Untuk menyelamatkan kalian dari hal tersebut dan untuk masuk ke dalam samudra ilmu, kalian harus membaca:

Syahadatain (3 kali)
Astaghfirullah (70 kali)
Surat al-Fatihah (1 kali) 
Surat al-Ikhlash (3 kali)

Dan menghadiahkannya kepada Nabi (saw) yang kemudian akan mempersembahkannya kepada Allah (swt).  Jika seseorang membacanya dan kemudian tidur dengan adab ini, Allah (swt) akan memberinya ru'yah (رؤية), penglihatan dan mimpi seolah-olah ia berada dalam hadirat Nabi (saw).  Grandsyekh mengatakan bahwa Awliyaullah mengetahui bahwa para pengikutnya itu tidak berdaya sehingga mereka melakukannya atas nama para pengikutnya, tetapi mereka ingin agar para pengikutnya melakukan sesuatu agar pipa di antara mereka menjadi terhubung.  

Shaykh Hisham Kabbani

Awrad Khusus dari Grandsyekh Abdullah ad-Daghestani (q) 
Bagian 2

Allah (swt) berfirman di dalam al-Qur'anul karim, 

أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
Athii`uullaaha wa athii`uu 'r-Rasuula wa uuli 'l-amri minkum
Patuhi Allah, patuhi Rasul dan patuhi orang-orang yang mempunyai otoritas di antara kalian. (Surat an-Nisaa, 4:59)

Kita berada di bawah perintah ithaa`a (أطاع), kepatuhan kepada Allah dan Nabi-Nya (saw) dan orang-orang yang mempunyai otoritas atas kalian, di sini maksudnya ulil amri adalah Awliyaullah.  Beberapa ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah pemerintah, itu tidak mengapa, dan beberapa lagi mengatakan bahwa maksudnya adalah ulama; tetapi di sini yang kita maksudkan adalah para Awliyaullah yang membimbing kalian pada amal yang baik.  

Grandsyekh mengatakan bahwa Jika seseorang yang telah mengulurkan tangannya untuk mengambil bay'at, atau berikrar kepada Syekh untuk mendapatkan bimbingannya mendapati dirinya jatuh ke dalam masalah (تقع في مأزق), masalah apa pun itu, jika ia berdoa dan ditambah doa semua manusia di bumi ini, itu tidak akan menyelamatkannya sebagaimana Awrad yang akan kuberikan kepada kalian; awrad yang sangat sederhana, tetapi ia bagaikan pedang yang akan merobek masalah yang kalian hadapi dan kalian akan mendapati responnya dengan segera.  

Pertama adalah membaca Syahadatain (3 kali), lalu Astaghfirullah (70 kali), al-Fatihah (1 kali) lalu kalian hadiahkan kepada Nabi (saw) untuk mengurus orang tersebut.  Jika kalian membacakannya kepada orang yang sakit.  Jika sakitnya bukanlah sakit yang akan menyebabkan kematiannya, maka ia akan disembuhkan.  

Jadi yang pertama saya sebutkan tadi adalah untuk tafakur, untuk masuk ke dalam samudra enam kekuatan hakikat.  Jadi kedua bacaan ini jangan kalian lupakan, yang pertama untuk tafakur, dan yang kedua ketika kalian mendapati masalah dan untuk orang yang sakit agar dapat disembuhkan atas Perintah Allah dan melalui rahmatnya Nabi (saw).  Ithaatullaah, kepatuhan kepada Allah adalah ruhnya ibadah.  Jadi, milikilah kepatuhan kepada Allah, Nabi-Nya dan para Awliya.

Shaykh Hisham Kabbani

Tuesday, April 13, 2021

Doa Harian di bulan Ramadhan

Doa Harian Grandsyekh Abdullah Fa’iz ad-Daghestani (q) di Bulan Ramadhan  
 
Bismillāhi 'r-Raḥmāni 'r-Raḥīm 
Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  
 
Allāhumma inni aūdzubika min ghalabāti ‘d-dayni wa ghalabāti 'l-aduwwi wa  
syamātati 'l-adā’ 
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekalahan/keburukan punya hutang,  
dan dari kejahatan musuh yang bisa mengalahkan dan dari musuh-musuh yang jahat dan  
keji.   
 
Allāhumma 'jalnā mina 'l-mustaslimīna ilayka wa mina 'd-dā'imīna bayna yadayk  
wa akhrijnā mina ‘t-tadbīri maak wa'jalnā mina 'l-mufawwidhīna ilayk 
Ya Allah jadikanlah kami dari orang orang yang sepenuhnya berserah diri kepada-Mu, dan  
dari orang-orang yang selalu berada di depan-Mu untuk berjuang dan membela agama-Mu. 
Dan keluarkanlah kami dari pemikiran kami sendiri untuk menentukan sesuatu yang  
berhubungan dengan-Mu; dan jadikanlah kami dari orang-orang yang menyerahkan segala  
urusan dan masalah hanya kepada-Mu. 
 
Allāhumma rabba jibra'īla wa mīkā'īla wa isrāfīl aūdzubika mina 'n-nār 
Ya Allah Tuhan Pencipta Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail serta Malaikat Ishrafil, aku  
berlindung kepada-Mu dari Api Neraka.   
 
Allāhumma inna 'r-rizqa biyadika rizqu 'd-dunyā wa 'l-ākhirah fa'rzuqnā minhumā 
Ya Allah sesungguhnya semua rezeki ada di Tangan/Kekuasaan-Mu, yaitu rezeki di dunia dan  
Akhirat; maka berikanlah rezeki kepada kami dari keduanya. 
   
Allāhumma inni aūdzubika mina 'sy-syaythāni 'r-rajīm wa hamazihi wa nafakhihi wa  
nafatsih 
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari Setan yang terkutuk; dan dari  
godaannya serta dari tiupan dan desah napasnya 
 
Allāhumma 'ḥ-fazhnā min jamīi a`dā'inā min bayni aydīnā 
Ya Allah jagalah/lindungilah kami dari seluruh musuh-musuh kami yang tampak di depan  
kami

Wednesday, November 18, 2020

Bacaan Sebelum Tidur

BACALAH AYAT INI SEBELUM TIDUR 

Ketika kalian melakukan suatu perbuatan baik, hasanah, ia akan segera dicatat untuk kalian (oleh malaikat di dalam buku catatan amal kalian), tetapi bila kalian melakukan suatu kesalahan, Allah memberi kesempatan untuk bertobat bagi kalian selama 24 jam, sebelum perbuatan itu dicatat, jadi kita membaca ayat ini: 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Qul yaa `ibaadiya ‘l-ladziina asrafuu `alaa anfusihim laa taqnathuu min rahmati’l-Laahi inna ‘l-Laaha yaghfiru ‘dz-dzunuuba jamii`an innahu huwa ‘l-ghafuuru ‘r-rahiim

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri!  Janganlah kamu berputus asa terhadap rahmat Allah.  Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.  Sungguh Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Az-Zumar, 39:53)

Masya'Allah, barang siapa yang membaca ayat ini sebelum tidur, selama 24 jam segala sesuatu akan diubah menjadi empat ribu hasanah pada setiap huruf dari ayat tersebut!  

~Shaykh Hisham Kabbani ❤️

Instagram.com/Sufilive

Saturday, August 29, 2020

Awrad Yaum Al Ashura

Do as much as you can and pray for the Ummah! ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

DAY OF ASHURA PRACTICES / ADAB ASHURA
From Naqshbandi.org

1 SHOWER Ghusl as Allah Almighty will mix the water with Zamzam. Whoever takes ghusl will have good health for the entire year insha'Allah.

2. KUHL Wear kuhl on your eyes and insha'Allah you will not suffer sickness in that year except death.

3. PRAY FOUR RAKATS SUNNAH
In each rak’at, recite 1 Fatiha and 11 Surat al-Ikhlas. Allah will forgive your sins of fifty years and build you a pulpit of light.

4. GIVE SADAQA to be blessed with wealth insha'Allah.

5. RECITE ASHURA DUAS

al) 70 times
Hasbun Allahu wa ni'mal wakeel. Ni'mal Mawlaa wa ni'man Naseer. 
Sufficient for us is Allah, and [He is] The Best Disposer of Affairs, The Very Best Master and The Very Best Supporter.

b) 7 times
SubhanAllahu mil al Mizan wa muntaha al 'ilma, wa mablaghal rida, wa zinatul 'arsh. La maljaa a, wa la manja minAllahi illa ilayh. SubhanAllahi 'adada shafi’ wal 'arshi, wa 'adada kalimati Rabbina taammati kulliha. As alukas salamata bi rahmatika Ya Arhamar Rahimeen. Wa la hawla wa la quwwata illa billahil 'Aliyyil 'Azheem. Wa huwa hasbun Allahu wa ni'mal wakil, Ni'mal Mawla wa ni'man Naseer. Wa Sallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin (sws) wa 'ala alihi wa sahbihi wa ‘alal mumineena wal muminaati, wal Muslimina wal Muslimaati, ‘adada zarratil wujudi, wa ‘adada ma’lumatillahi, wal hamdullelahi Rabbil ‘Aalameen. 

Glorious is Allah (swt), as much as what is in His great scale, and as far as His knowledge extends, and to such a degree as it attains His pleasure, and to whatever weight may be His Throne. There is no refuge and no safety from Allah (swt) except in Him. Glorious is Allah (swt), (He is declared so) as many as there be even (numbers) and as many as there be odd, and as many as there be perfect words of His; glory be to Him for them all. We ask of You (our Lord) for safety, by Your mercy, O You Who is the most merciful of all those who show mercy. Sufficient for us is Allah, and [He is] the best Disposer of affairs. The very best master and the very best supporter! And there is no power and no strength except in Allah, the High, the Great! May the grace of Allah (swt), the Exalted, be upon our Master Muhammad (sws) and upon his Holy Family and his Holy Companions, and upon the Believers, and upon those who submit (in Islam) as much as there be atoms in existence and as much as there be things known to Allah; and all praise is due to Him, Lord of the Worlds. 

c) 1000 times Ikhlas al Sharif.

6. DAILY NAQSHBANDI ADAB
Complete it before Maghrib azaan, sit facing the qiblah. 

7. READ THE NAMES
of 72 Shuhada (Martyrs) of Karbala. 

8. MURAQABAH (Spiritual Connection)
Then make TAWASSUL with Sayyidina Imam Hussain (as) and the Shuhada of Karbala, may Allah's blessings be upon them all. 

9. BE GENEROUS AND KIND with your family.

10. IHDA (GIFT) AFTER IFTAR
Dedicate the blessings and rewards of your fast and daily awrad upon Prophet Muhammad (sws) for the oceans of secrets that open on 14th Muharram, Mawlana Shah Bahauddin Naqshband’s birthday, and for Mawlana’s health. 🌺🌺🌺

*WAZHIFA ASYURA*

Sayyidna al-Husein (as) bersama tujuh puluh dua anggota keluarga dan sahabatnya, termasuk anak-anak (radhiAllahu anhum) bertawakal atas Kehendak Allah.  Beliau tahu bahwa beliau akan menemui takdirnya, yaitu menjadi syahid.  Setiap tetes darahnya mengucapkan syahadat dan beliau tahu bahwa itu adalah rahmat bagi umat.  Semoga kita dapat memetik hikmah yang sebenarnya dari pengorbanan mereka, dan semoga Allah ﷻ mengampuni kita, hamba-Nya yang lemah. 

~Shaykh Hisham Kabbani ❤️ 

*ADAB ASYURA*
Kita perbanyak ibadah pada hari Asyura, termasuk shalat, shalawat, doa, membaca al-Qur'an, memberi sedekah dan memberi makanan kepada orang lain. 

*SHALAT*
Antara Zhuhur dan Ashar, lakukan shalat empat rakaat, tiap rakaat dibaca Surat al-Fatihah sekali dan Surat al-Ikhlash sepuluh kali. 

*TASBIH SEPANJANG HARI*
1,000 kali Laa ilaaha illa-Llah
1,000 kali Surah al-Ikhlash
1,000 kali Shalawat ala 'n-Nabi (saw)

*DOA*
Allahumma tsabitna ala ’l-Haqq,
Ya Ghaliban ghayra maghlub,
Ya Nashira ’l-Mu`miniin,
Ya Ghiyatsa ’l-Mustaghitsiin,
Ya Qariban ghayra ba’id,
Ya Syahidan ghayra masyhud,
Hasbi Allahu wa ni`ma 'l-Wakiil,
laa hawla wa laa quwatta illa billahi  ’l-Aliyyu ’l-‘Azhim. 
Ghufranaka Rabbana wa ilayka ’l-mashir. 
Rabbana taqabba 'l-minna, bi hurmati ’l-Habib bi hurmati 'l-Fatihah.

Wednesday, July 22, 2020

awrad dzulhijah

Wahai manusia!  Allah azza wa jalla telah memberkahi kita dengan sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah Mubarak yang suci di mana ibadah kita mendapat keberkahan yang istimewa!  Oleh sebab itu, kami menganjurkan untuk membaca tasbih berikut setiap hari hingga Iedul Adha.  Semoga Allah memberkahi kalian dan mengampuni saya. 

~Mawlana Shaykh Nazim ❤️

WAZHIFA 10 HARI PERTAMA BULAN DZUL HIJJAH
[Mulai Selasa malam Rabu,  21 Juli 2020 insyaAllah]
 
1000 Laa ilaaha illa-Llaah
1000 Shalawat ala 'n-Nabi
1000 Syahadah (Asy-hadu an laa ilaaha illa-Llah wa asy-hadu anna Muhammadan `abduhu wa rasuuluh)
100 Surat al-Ikhlash al-Syarif
100 Ya Lathif
100 Ya Jabbar, Ya Ghaffar
100 Ya Mu'iin al 'Ajiziin
100 Astaghfirullah

Saturday, June 6, 2020

awrad sblm msk pasar

Sayyidina `Umar bin Khaththab (ra) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, dan ini disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi, "Barang siapa yang memasuki pasar dan ia mengucapkan, *'Lā ilāha illa’l-Lāh, waḥdahu lā syarīkalah, lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-ḥamdu yuḥyī wa yumītu, wa Huwa Ḥayyun dā’imun lā yamūt, bi yadihi ‘l-khayr, wa Huwa `alā kulli syai’in qadīr'* jadi sejak kalian memasuki pasar itu, ketika kalian memasuki pasar virtual, memasuki pasar saham, memasuki pasar apa pun kalian harus mengucapkan *Lā ilāha illa’l-Lāh, waḥdahu lā syarīkalah, lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-ḥamdu yuḥyī wa yumītu, wa Huwa Ḥayyun dā’imun lā yamūt, bi yadihi ‘l-khayr, wa Huwa `alā kulli syai’in qadīr*

Allah (swt) akan menuliskan bagi kalian ribuan dan ribuan hasanah, dan Dia akan menghapuskan ribuan dan ribuan sayyiat, keburukan dan Dia akan mengangkat kalian ribuan dan ribuan derajat.  Jadi ketika kalian bekerja di rumah, ketika kalian memasuki tempat kerja kalian, ketika kalian memasuki pasar, ketika kalian memasuki tempat apa pun untuk urusan duniawi dan usaha, ucapkanlah *Lā ilāha illa’l-Lāh, waḥdahu lā syarīkalah, lahu ‘l-mulku wa lahu ‘l-ḥamdu yuḥyī wa yumītu, wa Huwa Ḥayyun dā’imun lā yamūt, bi yadihi ‘l-khayr, wa Huwa `alā kulli syai’in qadīr.* Allah akan menghapuskan ribuan dan ribuan dosa, dan akan menuliskan ribuan dan ribuan kebaikan dan akan mengangkat kalian ribuan dan ribuan derajat.  Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang senantiasa mengingat-Nya.  

Dr. Nour Kabbani
5 Juni 2020

Friday, May 29, 2020

Samudra Rahmat

Grandsyekh, Mawlana Syekh Nazim mengatakan bahwa kita ingin masuk ke dalam Samudra Rahmat Allah (swt).  Samudra itu telah disiapkan untuk kalian wahai manusia.  Bila kalian telah memasukinya, kalian tidak ingin keluar lagi.  Itu adalah untuk kesenangan kalian.  Segala sesuatunya ditawarkan untuk kalian.  

Grandsyekh mengatakan bahwa untuk memasuki Samudra Rahmat kita harus mengikuti dan berkumpul bersama hamba-Nya yang saleh, hamba-Nya yang suci dan mulia.  Dengan diri kita sendiri, kita tidak dapat memasukinya.  Tetapi dengan berkumpul bersama hamba-Nya yang saleh, kita diperkenankan untuk memasukinya.  

Apa yang dikatakan oleh Sayyidina Sulayman (as) ketika beliau melewati lembah semut?  

_rabbi auzi'nī an asykura ni'matakallatī an'amta 'alayya wa 'alā wālidayya wa an a'mala ṣāliḥan tarḍāhu wa adkhilnī biraḥmatika fī 'ibādikaṣ-ṣāliḥīn_

Rabbi auzi'nī , wahai Tuhanku, tolonglah aku, dukunglah aku,  an asykura ni'mataka, agar aku dapat mensyukuri Nikmat-
Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, dan ibu bapakku, dan jadikanlah aku dapat mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkanlah aku, dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.  (QS An-Naml, 27:19). Adkhilni artinya terimalah aku, atau masukkanlah aku, bukan dengan diri sendiri.

Orang-orang berpikir bahwa mereka dapat memasuki Samudra Rahmat itu dengan diri mereka sendiri.  Tidak!  Grandsyekh Mawlana Syekh Nazim telah sering mengingatkan kita dalam banyak shuhbah bahwa dengan diri kalian sendiri, kalian tidak akan berhasil.  

Dr. Nour Kabbani

*Untuk Kalangan Sendiri